Header Ads

Soal Penutupan Dolly, Risma: Saya Ingin Warga Bangkit dengan Jalan yang Diridhai Allah

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Penutupan lokalisasi maksiat Dolly bukanlah hal yang mudah. Hal itu dikatakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima 58 organisasi massa Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur. Meski demikian ia berkomitmen untuk melakukannya demi kebaikan seluruh warga.

Menutup lokalisasi, menurut Risma, juga harus memikirkan solusi terhadap berbagai masalah, termasuk penanganan atau pemberdataan mantan PSK agar berhenti dari jalur dunia hitam itu, serta menangani masyarakat di sekitar lokalisasi yang terdampak.

Risma ingin agar warga bangkit dengan jalan yang diridhai Allah. ““Saya ingin warga di situ bangkit dengan jalan yang diridhoi tuhan, yang diridhoi Allah,” tambah Risma.

Risma juga yakin bahwa langkahnya menutup Dolly, akan dibimbing oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Saya tahu memang tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak bisa. Kalau niat kita baik, insyaAllah Allah akan membimbing kami semua di pemerintahan kota untuk menyelesaikannya.”

Sebelumnya, upaya menutup Dolly yang akan dilakukan Risma mendapatkan penentangan dari sejumlah pihah. Termasuk Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana dari PDI-P. Wisnu sempat menyatakan tidak setuju dengan rencana Risma yang akan menutup lokalisasi terbesar se Asia itu pada Juni mendatang.

Menyusul santernya penentangan atas penutupan Dolly itu, umat Islam semakin aktif memberikan dukungan pada Risma untuk menutupnya. Termasuk GUIB jawa Timur yang pada hari itu, Rabu (14/5), menemui Risma di ruang kerjanya. [AM/bersamadakwah]
Powered by Blogger.