Header Ads

Aksi Bela Islam

Astaghfirullah! Kuburan 796 Anak Ditemukan di Septic Tank Gereja

Tuam Historical Socety (Catherine/Mirror)
Tuam Historical Socety (Catherine/Mirror)
Sebuah temuan kuburan massal mengejutkan publik Irlandia. Kuburan tersebut ditemukan berada di septic tank bekas gereja Katolik di Kota Tuam, dekat Galway, Irlandia barat, bersebelahan dengan rumah penampungan anak dari para ibu yang tidak menikah.

Dikutip dari Associated Press, Selasa (3/6) lalu, sejarawan dan ahli ilmu tentang keturunan (genealog) Catherine Corless menemukan catatan mengenai kematian 796 anak tersebut. Catatan itu menunjukkan, septic tank rumah itu diubah dengan tujuan mengubur jasad. Tulang pertama yang ditemukan pada 1975, adalah ketika semen yang meliputi tangki itu dibobol.

Catherine sempat terkejut dengan apa yang ditemukannya. Dia melihat semua jasad anak-anak yang dikubur di tempat tersebut dan menamakan kuburan massal itu sebagai "Rumah Anak, Tuam".

"Hanya ada satu anak yang dikuburkan di plot keluarga di pemakaman Tuam. Begitulah cara saya meyakini, ada 796 anak-anak di kuburan massal. Kemungkinan ibu dari anak-anak yang dimakamkan ini adalah gadis-gadis yang lari dari rumah keluarganya. Mereka tidak pernah kembali," ujar Catherine.

Menurut catatan kematian di Galway, anak-anak tersebut meninggal karena penyakit di panti gereja yang beroperasi selama 35 tahun, yakni dari 1926 hingga 1961. Panti ini menampung anak yang lahir di luar ikatan pernikahan dan dibuang ibunya. Dan, berdasarkan ajaran Katolik, anak-anak yang lahir di luar ikatan pernikahan tidak boleh dibaptis dan tidak dimakamkan sesuai dengan aturan Kristen.

Sementara itu, berdasarkan hasil inspeksi pemerintah setempat pada 1944 diketahui panti tersebut pernah mengalami masalah kekurangan gizi yang menimpa 271 anak dan 61 ibu yang tidak menikah. Catatan ini juga menyebutkan mereka kemudian mati karena sakit, cacat tubuh, dan kelahiran prematur.

Menanggapi hal ini, pemimpin gereja di Galway mengatakan pihaknya tidak tahu ada begitu banyak anak yang meninggal dan dimakamkan di sana. Namun mereka akan mendukung upaya lokal untuk membuat pekuburan yang lebih layak di sana. [AM/Tempo/Okezone]

No comments

Powered by Blogger.