Header Ads

Kelewatan, Tim S ‘Ancam’ Jika Tak Pilih Jokowi Masuk Neraka

Jokowi saat pawai Jakarnaval, 2013
Pada kampanye nasional pilpres pasangan Jokowi-JK di Lapangan Enggal, Bandar Lampung, Ketua DPD PDI-P Provinsi Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam mengancam, warga yang tidak memilih pasangan nomor dua akan masuk neraka.

"Yang nanti mau masuk surga nanti tanggal 9 Juli jangan lupa pilih Jokowi-JK ya, kalau tidak milih nanti masuk neraka," ujar Sjachroedin ZP di hadapan massa pendukung Jokowi-JK di Lampung pada Selasa (24/6) seperti dikutip Kompas.

Lelucon itu disambut gelak tawa Megawati dan Jusuf Kalla serta massa yang hadir untuk mengikuti kampanye tersebut. Sjachroedin juga mengatakan bahwa pasangan Jokowi dan JK memiliki pengalaman di pemerintahan.

"Pak Jokowi pernah menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI demikian juga Jusuf Kalla pernah menjadi Menko Kesra di zaman Presiden Ibu Megawati dan Wakil Presiden SBY," kata dia.

Pengalaman-pengalaman mengurusi rakyat itulah yang ia yakini akan membawa perubahan lebih baik lagi.

"Jadi jangan beli kucing dalam karung ya," katanya.

Kampanye pasangan capres Jokowi-JK di Lampung menghadirkan juru kampanye pimpinan PDI-P Megawati Soekarno Putri, cawapres Jusuf Kalla, serta artis ibu kota Mpok Ati. Dalam kesempatan itu Megawati juga menegaskan bahwa pasangan nomor urut satu tidak berpengalaman memimpin pemerintahan.

"Mungkin menjadi ketua RT juga belum pernah, ini bukan fitnah saya berani mempertanggungjawabkannya," ujar Megawati.

Ia juga mengatakan, jangan sampai masyarakat Lampung menyesal selama lima tahun gara-gara salah memilih pemimpin.

"Jadi jangan ragu lagi ya, pilih yang pasti-pasti saja, nomor dua yang sudah berpengalaman," kata dia lagi.

Sebelumnya, Jokowi digambarkan mempunyai sifat kenabian oleh pendukungnya dari Baitul Muslimin Indonesia, sayap PDIP.

“Kenapa kita gunakan istilah blusukan? Karena itu memang istilah yang modern sementara kalau dulu istilahnya diperjalankan. Kalau Jokowi ini punya salah satu sifat nabi. Karena Jokowi kan memang sengaja menemukan masyarakat, dia tidak mau dikenang masyarakat, tapi mengenang masyarakat, turut menyapa. Nah, itu salah satu sifat nabi yang diperjalankan itu,” kata Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia Prof. Hamka Haq pada acara peringatan Isra Mikraj di sela-sela peresmian kantor pusat tim kampanye nasional Jokowi-JK di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, 27 Mei lalu. [Jj/bersamadakwah]
Powered by Blogger.