Header Ads

Aksi Bela Islam

Ketua DPRD Surabaya: Hanya PDIP yang Tolak Penutupan Dolly

Logo PDIP
Besuk (18/6) adalah tanggal penutupan lokalisasi Dolly, Surabaya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendukung upaya Risma menutup kawasan pelacuran terbesar se-Asia Tenggara itu, meskipun ada satu fraksi yang menolaknya.

Ketua DPRD Muhammad Machmud mengatakan, suara bulat lembaga pimpinannya siap menjadi amunisi pembelaan jika Risma mendapat perlawanan.

"Harus ditutup. Targetnya memang harus ditutup. Itu sesuai dengan rencana semua badan pemerintahan," kata dia saat dihubungi RoL, Selasa (17/6).

Menurutnya, masih ada satu fraksi di legislatif kota yang menolak, tapi tekad pemerintah untuk mengalihfungsikan kawasan merah itu menjadi keharusan. Hingga saat ini, ia menjelaskan cuma fraksi PDI Perjuangan yang menentang langkah Risma tersebut.

"Ya, perdebatan itu biasa. Kendala-kendala wacana itu juga biasa. Tapi kan nggak lantas penolakan (dari PDI Perjuangan) itu dituruti," ujar anggota fraksi Partai Demokrat ini.

Machmud menjelaskan, tanggal penetapan penutupan dan pengalihfungsian Dolly dan Jarak sudah ditentukan Pemkot. Kata dia, jika tetap pada peta rencana, Rabu (18/6), jadi hari deklarasi bersama penutupan. Dia menjelaskan, deklarasi itu sebagai formalitas dari penghentian lokalisasi tersebut.

Kata dia, ada setidaknya tiga elemen terkait prostitusi yang akan menandatangani penghentian praktik prostitusi itu. Di-antaranya, adalah para mucikari, PSK, dan warga asli di Dolly dan Jarak. Selanjutnya, dikatakan dia, deklarasi juga harus disusul dengan program-program menghapusan serta pemulangan para PSK ke kampung halaman. [ROL/bersamadakwah]

26 comments:

  1. Mantap, PDIP berada di depan membela keberadaan tempat pelacuran ...

    ReplyDelete
  2. Sikap PDIP ini seharusnya menjadi acuan bagi kita umat Islam dalam mengambil sikap ketika pilpres nanti. Mudah2an tidak terjadi, dolly yang sudah ditutup bisa saja dibuka lagi kalau PDIP menjadi partai penguasa di pemerintahan.

    Sungguh ini sangat membahayakan bagi bangsa Indonesia. Bagaimana mungkin Alloh SWT menolong kita kalau pusat pelacuran dilindungi?

    ReplyDelete
  3. Karena emang penutupan Dolly nggak akan menyelesaikan permasalahan prostitusi. Mereka bisa jadi akan pindah ke lokasi lain, atau bikin secara online (skrg bikin akun di media social sgt gampang), dan penyebaran penyakit menular seksual makin sulit dideteksi.

    ReplyDelete
  4. cie yg ketauan langganan di dolly, gak pengen tempat langganannya ditutup

    ReplyDelete
  5. YANG PENTING DOLLY UDAH DITUTUP

    ReplyDelete
  6. gue bingung perasaan risma itu kan tokoh dr PDIP sm seperti jokowi.
    masa dia gak di dukung si sm partainya

    ReplyDelete
  7. Bu Risma pendukung kebenaran....partainya pendukung pelacuran. Hmm....

    ReplyDelete
  8. Kebodohan lebih dekat kepada kekafiran. wong cilik yang notabene kaum fakir miskin tampak susah untuk mengenyam pendidikan yang layak (pendidikan agama). PDIP yang sering menyebutnya sebagai partai wong cilik menampung aspirasi dari wong cilik dan minoritas selaras dengan keputusan-keputusannya. Solusinya pendidikan Balita dan SD harus terjangkau masyarakat wong cilik, dan pendidikan agama menjadi basis utama. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  9. dualitas wajah politik, ,.kearifan dlm menentukan pilihan politik.sebaiknya menilai individu tidak brdasar partai.seperti oknum partai PKS yg sifat nya tidak patut dlm partai dakwah islam

    ReplyDelete
  10. bukannyaibu risma orangnya PDI perjuangan... gimana sih...

    ReplyDelete
  11. Bu Risma adalah salah satu inspirasi bagiku untuk memilih di pilpres nanti. Karena pilpres adalah memilih orang secara personal bukan partai.

    ReplyDelete
  12. yang bikin berita ni tau gak ya klo ibu risma itu orang PDIP

    ReplyDelete
  13. ciyee yang berharap para pekerja prostitusi nyoblos nomor 2...padahal itu aib negara

    ReplyDelete
  14. tdk setuju ditutup bisa saja karena tidak setuju dengan kompensasi yg diberikan karena dianggap kurang, tapi klu orang partai korup utk diri sendiri, keluarganya dan wanita2 simpanannya, hai saudara2ku sebangsa yang menghujat pdip apakah anda juga masih memilih partainya?

    ReplyDelete
  15. bu risma bukan kader PDI

    ReplyDelete
  16. emang warga dolly banyak yaa sampe dibelain gitoh... biar nyoblos no. 2 gitoh??
    laknatullah menghampiri kalian jika ga tobat...

    ReplyDelete
  17. Dolly ditutup, nana baik Indonesia pulih...

    ReplyDelete
  18. Itulah sekuat-kuatnya iman menegakkan kebenaran dengan kekuasaan.....
    Laahaula walakuwwata illabillah...........

    ReplyDelete
  19. SUNGGUH BOD*H yang tidak setuju untuk di tutup !!! mau kaya apa indonesia ini !!

    ReplyDelete
  20. ketauan nih, kantong suara PDIP dari Dolly, makanya dilindungi tuh.....

    ReplyDelete
  21. Astagfirullah..Jgn saling mengolok-olok...pilih aja sesuai keyakinan..

    ReplyDelete
  22. ahhhh..ne lagi..yg bener kemaren tu menurut bu risma..pada saat ulama minta dolly ditutup..beliau blom bisa lsg menjawab..tapi alhamdulillah pada saat perjalanan pulang,hati beliau tergerak.tapi di media pada saat itu bilang pdip menolak penutupan dolly...itu yg benar.gimana sih!!! jgn lsg telan berita bulat2.

    ReplyDelete
  23. Semua bentuk kemaksiatan ,, harus tetap di hentikan di indonesia ini..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.