Header Ads

Aksi Bela Islam

YLKI: Awas, Coklat Cadbury Tak Miliki Sertifikasi Halal

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Utara menegaskan bahwa coklat jenis Cadbury Dairy Milk tidak memiliki sertifikasi halal yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Untuk itu, YKLI minta masyarakat harus teliti ketika akan membeli coklat yang diduga mengandung DNA babi ini.

"Coklat jenis Cadbury Dairy Milk itu, yakni Cadbury Hazelmut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond diduga mengandung DNA babi (porcine)," kata Ketua YLKI Sumatera Utara, Abubakar Siddik di Medan, dikutip dari Antara, Ahad (1/6).

Menurutnya, masyarakat yang akan membeli coklat, diingatkan jangan sampai lengah dan memilih produk yang tidak halal itu.

"Hal ini harus dihindari konsumen, dan jangan mau tertipu dengan makanan coklat yang tidak diberi label halal dan non-halal tersebut," ucap Abubakar.

Dia menyebutkan, terungkapnya ketidak halalan kedua produk coklat tersebut, berdasarkan penelitian yang dilakukan Bagian Keselamatan dan Kualiti Makanan (BKKM) Malaysia mengambil sampel dua coklat jenis Cadbury Dairy Milk, yaitu Cadbury Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond.

Hasilnya cukup mengejutkan, bahwa coklat tersebut terdeteksi telah mengandung DNA babi (porcine) tanpa adanya keterangan atau pemisahan produk non-halal. Pemerintah Indonesia juga harus melakukan pengawasan ekstra ketat, apakah kedua jenis coklat tersebut ada yang masuk dan beredar di tanah air.

"Ini yang harus diawasi secara intensif oleh pemerintah dan jangan sampai kecolongan, serta beredar luas di pasar Indonesia," katanya.

Abubakar menambahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga harus bekerja keras dan turun langsung ke lapangan untuk memantau sejumlah super maket dan toko-toko yang menjual kedua jenis coklat tersebut.

Pekan lalu, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Prof Madya Mohd Roslan Mohd Nor menyerukan umat Islam Malaysia memboikot produk Cadbury menyusul keluarnya hasil penelitian coklat tersebut.

Menurut Nor, pemboikotan itu perlu dilakukan agar perusahaan tersebut lebih sensitif dan menghormati umat Islam di Malaysia. Boikot itu akan dicabut jika perusahaan dapat memberi jaminan bahwa semua produknya telah bebas dari DNA babi, termasuk dua coklat tersebut. [AM/bersamadakwah]

1 comment:

  1. wah jd yg beredar di Indonesia sudah terbukti mengandung Babi juga ya min?

    ReplyDelete

Powered by Blogger.