Header Ads

Aksi Bela Islam

Al-Qur'an, Mega Bonus Tiada Putus

Quran
Semua keberkahan akan Allah berikan ketika kita berupaya membersamai al-Qur’an dan mempraktekan apa yang terkandung di dalamnya. Allah menjanjikan bonus tiada putus kepada shohibul Qur’an. Bonus itu akan diberikan sesuai kadar kecintaan dan kesungguhan seseorang dalam berinteraksi dengan al-Qur’an.

Yang paling sederhana adalah membeli al-Qur’an untuk dihadiahkan kepada sesama. Ketika al-Qur’an yang kita berikan dimanfaatkan dengan sebenarnya, maka pahala dari Allah akan terus mengalir kepada kita di dunia dan akan terus mengalir selepas kita mati.
Selain itu, ada beragam cara untuk mendulang bonus manakala kita berupaya dengan sekuat tenaga untuk mengakrabi Kalam Allah yang berjumlah 114 surah itu.

Dalam sebuah kesempatan, sebagaimana diriwayatkan oleh Sayyidina Utsman bin Affan, Rasul bersabda, “Sebaik–baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an kemudian mengajarkannya kepada orang lain.” (HR Bukhari [5027] dalam hadits [5028] disebutkan “Orang yang paling Utama”).

Dari hadits ini, kita diberitahu oleh Rasulullah bahwa yang terbaik bukanlah mereka yang berparas tampan dan menjadi dambaan para gadis. Bukan pula mereka yang bergelimang harta sehingga bisa membeli semua yang mereka ingini. Bukan juga mereka yang terkenal sehingga digandrungi oleh banyak kalangan.

Yang terbaik bukanlah para politisi berdasi yang rajin korupsi, artis glamour yang suka tebar pamor, gonta ganti pasangan, bahkan kumpul kebo semaunya. Yang terbaik di sisi Allah, adalah mereka yang belajar dan mengajarkan al-Qur’an.

Bahkan, seorang hamba yang berada di sudut kampung terpencil, bisa jadi memiliki kedudukan yang amat mulia di sisi Allah manakala ia mempraktekan kandungan yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini.

Selain itu, al-Qur’an bisa menjadikan diri kita bernilai lebih di antara sesama orang yang beriman. Nilai lebih ini tergantung pada kadar interaksi kita dengan kalam Allah yang berjumlah 30 juz itu.

“Orang mukmin yang membaca al-Qur’an dan mengamalkannya bagai buah ‘utrujah (sejenis lemon), rasanya enak dan baunya sedap. Orang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an namun mengamalkannya, ia bagai buah kurma. Rasanya enak namun tidak berbau. Orang munafik yang membaca al-Qur’an ibarat buah raihanah (sejenis kemangi), baunya sedap tapi rasanya pahit. Orang munafik yang tidak membaca al-Qur’an ibarat hanzalah, rasanya pahit, kotor dan baunya busuk.” (HR Imam Bukhari [5059]).

Dari Imam Hakim, Rasulullah bersabda, “Al-Qur’an adalah hidangan Allah, maka terimalah hidangan ini sekuat kemampuan kalian. Al-Qur’an adalah tali Alah, cahaya yang terang, obat yang bermanfaat. Terpeliharalah orang yang berpegang teguh dengannya dan keselamatanlah bagi yang mengikutinya. Jika akan menyimpang, maka diturunkan. Tidak terputus keajaibannya, tidak lapuk karena banyak diulang. Bacalah karena Allah akan memberikan pahala bacaan kalian setiap huruf sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Aliif Laam Miim satu huruf. Melainkan Aliif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”

Al-Qur’an, sebagaimana kita simpulkan dari hadits di atas, adalah keberkahan. Dimulai dari membacanya, hingga menjadikannya sebagai amalan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an adalah mega bonus tiada putus yang diberikan oleh-Nya, semau kita mengambilnya. Semoga Allah berikan kita kemudahan untuk mendulang bonus Qur’ani ini, sebanyak mungkin. Untuk bekal hidup guna keselamatan kita kelak di akhirat.[]


Penulis : Pirman
Redaktur Bersamadakwah.com




No comments

Powered by Blogger.