Header Ads

Aksi Bela Islam

Bersamaan, The Jakarta Post Dukung Jokowi dan Terbitkan Karikatur Hina Islam

Karikatur The Jakarta Post hina Islam
Entah kebetulan atau tidak, di hari yang sama ketika Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Meidyatama Suryodiningrat menyatakan bahwa media yang dipimpinnya mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, media berbahasa Inggris itu juga menerbitkan karikatur yang menghina Islam.

Seperti diberitakan Tempo, Kamis (3/7) lalu, Dimas –sapaan akrab Meidyataa Suryodiningrat- menyatakan dukungan itu dilakukan setelah melalui pertimbangan yang matang. "Dukungan kepada calon presiden baru pertama kali dilakukan dalam sejarah The Jakarta Post," ujarnya.

Menurutnya, keputusan itu diambil para direktur dan editor senior setelah melihat Pilpres 2014 sangat penting. "Kami menyatakan dukungan karena melihat pemilihan presiden kali ini begitu penting dalam menentukan masa depan Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dukungan kepada Jokowi diberikan karena ia memiliki kesamaan ideologi dengan The Jakarta Post. Dimas menyebutkan ada empat hal penting yang menjadi pertimbangan The Jakarta Post. Joko Widodo dianggap lebih memiliki nilai-nilai pluralisme, tidak memiliki masalah hak asasi manusia (HAM), mendukung perbaikan masyarakat sipil, dan setia pada semangat reformasi. "Hal tersebut tidak kami lihat dimiliki oleh pesaingnya," ujarnya.

Di hari yang sama, The Jakarta Post memuat karikatur di halaman 7 dengan gambar bendera berlafaz
'laa ilaha illallah' dengan logo tengkorak di bawahnya. Di dalam logo tengkorak khas bajak laut itu, tertera tulisan 'Allah, Rasul, Muhammad'.

Selain bendera yang menghina simbol Islam, karikatur itu juga menampilkan menampilkan lima orang dalam posisi berlutut dengan mata tertutup kain di tanah dan tangannya terikat di belakang dalam posisi ditodong senjata.

Tim S dan Pendukung Jokowi Banyak Hina Islam
Sebelumnya, sejumlah pendukung Jokowi juga menyinggung umat Islam dengan pernyataan-pernyataan yang dinilai menghina Islam.

Ahad (15/6) lalu, Wimar Witoelar yang merupakan salah satu Tim S Jokowi-JK memposting sebuah foto di akun Facebooknya. Isinya, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme.
Foto status Wimar

Foto rekaan tersebut memperlihatkan Prabowo bersama Hatta Rajasa bersama serta elit partai pendukungnya. Seperti Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali hingga Tiffatul Sembiring. Terdapat juga tokoh Islam ‘garis keras’ seperti Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan Abubakar Ba'asyir.

Di bagian atasnya, tampak beberapa tokoh terorisme. Misalnya, terpidana mati kasus bom Bali Imam Samudera dan Amrozi. Ada juga pimpinan Alqaidah Osama bin Laden. Tokoh-tokoh tersebut mengapit mantan presiden Soeharto yang juga merupakan mantan mertua Prabowo.

Sementara di bagian bawah, terpampang logo partai dan beberapa ormas Islam. Seperti Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Selain itu, Wimar juga memberikan komentar terkait foto itu. "Gallery of Rogues.. Kebangkitan Bad Guys" (Galeri Bajingan.. Kebangkitan Orang Jahat).

Ketua Tim Bidang Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada 4 Juni 2014 menyatakan PDIP menolak munculnya perda syariat Islam baru, kecuali di Aceh. Karena dianggap tak sejalan dengan ideologi yang dianut PDI Perjuangan. Selain itu, syariat Islam juga bertentangan dengan UUD 1945.

Perda syariat Islam dinilai bakal menciptakan dikotomi tatanan sosial di masyarakat. Ujung-ujungnya, perda syariat Islam dianggap bakal menganggu kemajemukan NKRI yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika.

Sedangkan Tim S Jokowi lainnya, Musdah Mulia, sempat mengatakan Jokowi-JK siap mencabut TAP MRPS No XXV/1966 tentang larangan paham komunisme, demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi. Ia juga mengusulkan penghapusan kolom agama di KTP dan menghalalkan kaum gay hidup di Indonesia.

Inikah pluralisme yang menjadi ideologi mendukung Jokowi seperti kata The Jakarta Post? Na’udzu billah. [Jj/bersamadakwah]

27 comments:

  1. tak ada guna berkeras kepala, buta mata dg fakta dan kebohongan yang ada, konsisten demi takut di bilang munafik, #beralih1sebelum9

    ReplyDelete
  2. Hanya mengingatkan...
    sesama muslim kita harus mengingatkan karena lebih baik pisahkan kajian agama dengan politik...
    karena itu adalah dua hal yang berbeda...

    ReplyDelete
  3. aturan dalam agama islam itu sudah jelas adan tidak akan pernah berubah..
    berbeda dengan politik...
    aturan politik itu bisa berubah sesuai dengan kandidat yang berpolitik..

    jadi dalam politik jangan mengcampur adukan agama dan politk..
    tetapi bisa saja politik yang mengikuti agama,... dan bukan sebaliknya agama mengikuti politik..

    ReplyDelete
  4. Allahuabar...

    semoga presiden yang akan memimpin indonesia selanjutnya benar2 bisa membawa perubahan dan bukan merubah

    ReplyDelete
  5. politik tanpa Agama itu kotor, tapi politik dengan aturan Agama maka politik itu jadi bersih.

    ReplyDelete
  6. Bismillahirohmanirohiim,

    Dengan ini saya pribadi resmi mendukung capres dan cawapres nomor urut 1 Prabowo-Hatta. Ini bukan bentuk kampanye pada hari tenang melainkan dukungan secara pribadi saja. Hal ini juga sebagai bentuk ketegasan, konsistensi dan konfirmasi kepada teman-teman di FB yang sering mempertentangkan keyakinan saya dan menyerang secara membabi buta apa yang sering saya posting. dukungan ini saya sebut sebagai "kebenaran hijau." "kebenaran hijau" adalah alasan mengapa saya memilih prabowo-hatta. apa itu "kebenaran hijau"? maka ijinkan saya bertanya kepada saudara sebelum menjawab, siapakah yang membela islam kalau bukan orang2 islam sendiri?? siapa yang pantas kita ikuti titahnya kalau bukan alim ulama di sekitar kita dan ulil amri kita?? ribuan ulama, habaib, ustad, dan kyai di jawa dan luar jawa mendukung prabowo hatta. saya ambil contoh, habib lutfi yahya dari pekalongan dan kyai maimun zubair serta masih banyak yg lainnya. Bahkan di Kendal ketua timses Prabowo-Hatta adalah wabup kita sendiri kyai mustamsikin. Saya mengikuti titah beliau. Sedang Ulil amri kita presiden SBY dan partainya juga jelas mendukung pasangan prabowo - hatta. Ini merupakan pertanda, ini merupakan firasat bahwa "kebenaran hijau" adalah jawaban mengapa saya memilih prabowo - hatta. "kebenaran hijau" adalah dukungan masif dari para alim ulama, ulil amri dan para cendekiawan muslim yg memperjuangkan nilai-nilai islam di dalamnya. KITA HIJAU BUKAN MERAH. KITA LAWAN SEGALA BENTUK PENISTAAN DAN PENGHINAAN TERHADAP ISLAM.

    kalau bukan kita siapa lagi?? kalau tidak sekarang kapan lagi??

    ReplyDelete
  7. "politik tanpa Agama itu kotor, tapi politik dengan aturan Agama maka politik itu jadi bersih." - agama yang mana nih?

    ReplyDelete
  8. Pesan buat "the jakarta post & wimar:
    Katakanlah: "Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?" (QS: Al-Mu'minuun [23]: 84)
    "Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya." (QS. Al-'A`raf [7] : 128)
    "Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung." (QS. Al-'Isra'[17]:37)

    ReplyDelete
  9. Terkutuk orang orang yang menghina allah dan rasululullah. Kelak mereka akan menyadari setelah meninggal nanti. Azab allah akan menjadi nyata buat orang-orang yang ingkar kepada ayat2 Allah.

    ReplyDelete
  10. ada yang lebh terhina lagi jika agama dijadikan kendaraan politik, nilai keagamaannya sudah tidak murni lagi, hihi.... kenyataannya bisa kalian liat sendiri

    ReplyDelete
  11. Politik ya Politik,, terserah mau kalian bawa kemana..
    Jika salah satu capres jagoan kalian dihina, kalian pasti marah..
    sekarang Giliran Ulama dan Agama kepercayaan kita dihina masa kalian hanya diam saja, dan menganggap itu sebagai hal yang biasa.. Kalian tidak Marah??
    Jujur., SAYA MARAHH.. akan kondisi ini

    ReplyDelete
  12. alhamdulillah saya ngga terpengaruh dengan pemberitaan diatas yg sukanya menyudutkan capres pilihan saya, yaitu nomor urut 2. kalo ada yg bilang tentang saya yg tdk baik2 dengan memilih nomor urut 2 saya hanya bisa membalas dengan senyuman.

    tiada yg salah dengan pilihan saya dan tiada yg salah dengan pilihan anda, yg salah adalah yg sukanya kampanye hitam.

    salam 2 jari... piss men..!!!

    ReplyDelete
  13. Politik bagian dari kehidupan. Bicara agama = Allah & Rasul. Ikrar kita "Hidup Matiku hanya untuk Allah...(setiap muslim yg sholat pasti 5x membacanya, kecuali muslim yang ???) Jadi bahas politikpun seharusnya.bagian dari ibadah. Jika kita berikrar hidup matiku hanya untuk Allah 5x sehari dlm sholat, kemudian setelah selesai sholat kita bilang politik beda dengan agama, berarti kita tergolong orang munafik dan tempat kita adalah neraka jahanam. Mari kita kembali kepada Allah & Rasul.

    ReplyDelete
  14. Ya Allah maafkan sebagian dari kami muslim yang tersesat dalam kefakiran iman kami.
    Ya Allah laknatkan the Jakarta Post atau siapapun pihak/orang yang telah berani menghina Allah & Rasulnya.

    ReplyDelete
  15. http://www.thejakartapost.com/news/2014/07/08/apology-and-retraction.html

    We sincerely apologize for and retract the editorial cartoon printed on page 7 in the July 3, 2014, edition of The Jakarta Post.

    The cartoon contained religious symbolism that may have been offensive.

    The Post regrets the error in judgment, which was in no way meant to malign or be disrespectful of any religion.

    Our intent was to critique the use of religious symbols (specifically the ISIL flag) in acts of violence in general and, in this case, against fellow Muslims. In particular, it was meant as a reproach of the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), which has threatened to attack the Holy Ka’bah in Mecca as part of its political agenda.

    — The Editor

    Permintaan Maaf dan Penarikan Berita

    Kami dengan tulus memohon maaf dan menarik karikatur editorial yang terbit di halaman 7 pada koran The Jakarta Post edisi tanggal 3 Juli 2014.

    Karikatur tersebut memuat simbolisme agama yang telah menyinggung.

    The Jakarta Post menyesalkan keputusan yang tidak bijak ini yang sama sekali tidak bermaksud menyerang atau tidak menghormati agama manapun.

    Tujuan kami adalah mengkritisi penggunaan simbol-simbol agama (khususnya bendera kelompok ISIL) dalam tindakan kekerasan secara umum, dan pada kasus ini, terhadap sesama umat Muslim. Secara khusus, dimaksudkan untuk mengkritik kelompok ISIL, yang telah mengancam untuk menyerang Ka'bah di Makkah al-Mukarromah sebagai bagian dari agenda politiknya.

    — Redaksi

    ReplyDelete
  16. sy ..gk trima islam dihina..hanya belain sosok jokowi. ..sy bersedia jihad. ..Alloh akbar

    ReplyDelete
  17. semakin jelas kekacauan di dunia, adalah di karnakan begitu dengkinya orang yg membenci islam,sehingga di mana ada negara yg mayoritas beragama islam,selalu di adu dombakan di goncang,dengan politik,terorisme yg mengatas namakan islam,coba marilah bersabar untuk kemaslahatan umat indonesia, sebab islam tidak unsur paksaan,mencintai kedamaian,dan menjujung tinggi hak manusia, .masing 2 manusia memikul tanggung jawab atas segala amal dan perbuatanya.dan mungkin sorga itu tidak lebih luas dari bumi karna seluruh manusia bumi akan di bagi dua ke neraka,nah mau kemana kita, lebih baik itu yg di pikir biar damai,salam dari si "begotololaruspalingbawah"

    ReplyDelete
  18. Hahaha memangnya dibelakang jokowi itu siapa? Kalau bukan palangis...

    Tambah terbukalah kedok mereka semua...

    Naudzubillahi min dzaalik. . .

    ReplyDelete
  19. kita hidup berdampingan berbagai suku, ras, dan agama dengan damai tanpa ada yg melecehkan/mendiskriminasikan satu sama lain, akan tetapi jika ada salah satu kaum/kelompok melecehkan/mendiskriminasikan yg lain patutlah kita kutuk dan brantas kaum/kelompok itu.

    ReplyDelete
  20. Dr dlu sy tdk sk partai yg mengusung jokowi, pdip. Entah knp sy merasa ad yg kurang beres dg partai ini.

    ReplyDelete
  21. FPI dimana dirimu.....

    ReplyDelete
  22. Lil smoga elo celaka atas ucapan lho di dunia n akherat..

    ReplyDelete
  23. para pendukung jokowi-jk jgn terpengaruh sama hal2 seperti ini. Kita sudah biasa di fitnah, doa'kan agar semua baik2 saja dan tdk saling terpecah belah.
    amin.

    salam damai, salam 2 jari.

    ReplyDelete
  24. Udh2 gk usah ributtt... damai lah saudaraq..
    Jgn terpecah belah... suatu saat nanti kebenaran akan terungkap..!!

    ReplyDelete
  25. Tau ga kalo karikatur itu diambil dr Al-Quds Al-Arabi, koran perjuangan muslim Palestina? alquds.co.uk/?p=187054

    ReplyDelete
  26. Jakarta Post cuma menampilkan karikatur yg aslinya ada di sini: http://www.alquds.co.uk/?p=187054
    Silahkan kalian salahkan sumbernya itu!! jangan malah bikin provokasi dan mengkaitkan dgn Jokowi,,.pake otak yang bersih; jangan pake dengkul mu!!

    ReplyDelete

Powered by Blogger.