Header Ads

Aksi Bela Islam

Dihujani Roket Al Qassam, Bandara Zionis Ben Gurion Lumpuh Total

Bandara Ben Gurion
Aktivitas bandara penerbangan udara sipil Ben Gurion di Tel Aviv lumpuh total akibat ancaman serangan roket dari Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer Hamas. Ancaman itu dibuktikan dengan serangan roket jenis M75, lansir InfoPalestina.

Sumber khusus seperti diulas kantor berita Quds Press menegaskan, pemerintah penjajah Zionis memutuskan untuk rute penerbangan setelah roket-roket Al Qassam menghujani udara kota-kota utama 'Israel'. Ancaman al Qassam ditebar sebagai reaksi agresi 'Israel' ke Jalur Gaza yang sudah berlangsung satu setengah bulan. Diperkirakan 'Israel' akan mengalihkan lalu lintas udaranya ke wilayah yang lebih aman terutama di udara kota Tul Karm dan Qalqiliah, Tepi Barat.

Usai ancaman Al Qassam yang memberikan tenggat kepada perusahaan penerbangan, terlihat aktivitas di Ben Gurion sangat sibuk. Bahkan dalam beberapa detik terlihat sejumlah pesawat terbang.

Setelah Brigade Al Qassam membuktikan ancamannya dengan menyerang Tel Aviv pada jam 6.00 pagi hari, penerbangan di bandara Ben Gurion terhenti total dan penerbangan dialihkan ke bandara Qalandia, di Al-Quds utara.

Serangan roket Al Qassam ke Ben Gurion dilakukan karena pelanggaran 'Israel' atas gencatan senjata dan usaha Zionis membunuh komandan umum Brihade Al-Qassam, Muhammad Dhaif dan setelah pesawat 'Israel' membantai istri Dhaif dan salah satu anaknya dengan pesawat tempur.

Pihak pengelola bandara 'Israel' mengklaim lalu lintas udara di 'Israel' berjalan seperti biasa dan perusahaan internasional tidak membatalkan perjalanannya serta akan tiba seperti yang dijadwalkan.

Kelompok pejuang perlawanan Palestina untuk pertama kalinya dalam sejarah konflik dengan 'Israel' mampu mengisolasi negara 'Israel' di jalur udara. Perusahaan-perusahaan penerbangan Amerika dan Eropa membatalkan perjalanan udaranya ke Tel Aviv selama perang di Gaza hingga hari ke 46. Kerugian ekonomi yang diderita 'Israel' tidak bisa diprediksi. [InfoPalestina/BersamaDakwah]

No comments

Powered by Blogger.