Header Ads

Aksi Bela Islam

Lautan Berkah Kalimat Thayyibah (Bagian 2)

Dzikir - pustakamuslim
6. HAUQOLAH لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ

Yang artinya: Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan ijin Allah. Bacaan ini diucapkan tatkala:

a. Ber’azzam (bertekad) akan melakukan suatu pekerjaan (yang berat). Kalimat ini sebagai wujud sikap tawakal seseorang, sekaligus mengharap bantuan kekuatan dari Allah SWT.

b. Telah selesai melakukan suatu pekerjaan (yang berat), sebagai pengakuan akan kelemahan diri sendiri dan penegasan bahwa semua itu bisa dilakukan karena bantuan kekuatan dari Allah SWT.

QS.Al-Kahfi ayat 39: Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "Maasya a Allaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan”.

Abu Musa Al-Asy’ari berkata, “Pada suatu ketika Nabi menaiki suatu pendakian. Ketika seorang lelaki sampai ke puncaknya, berserulah lelaki itu dengan ucapan yang keras, ‘La ilaaha illallaah wallaahu akbar.’ Mendengar itu, Nabi SAW bersabda kepada Abu Musa, ‘Kamu sebenarnya tiada menyeru orang yang jauh darimu.’ Sesudah itu, Nabi bersabda, ‘Apakah tidak lebih baik aku tunjukkan kepadamu suatu kalimah dari perbendaraan surga?’ Abu Musa menjawab, ‘Baik ya Rasulullah.’ Maka Nabi SAW bersabda, ‘Kalimah itu adalah: Laa haula walaa quwwata illaa billaah’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. HASBALAH حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Yang artinya: Cukuplah bagiku Allah saja, Dialah sebaik-baik penjaga. Bacaan ini diucapkan:

a. Sebagai pengakuan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya tempat bergantung, tempat bermohon, dan penjaga yang tidak pernah lengah.

b. Ketika seseorang berada pada keadaan atau tempat yang sangat sulit, begitu pula ketika menghadapi masalah rumit atau musuh yang sangat kuat.

QS. Ali Imron ayat 173: (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung".

c. Sebagai keridloan yang sangat atas segala ketentuan Allah SWT.

QS. At-Taubah ayat 59: Jikalau mereka sungguh-sungguh ridlo dengan apa yang diberikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).

QS.At-Taubah ayat 159: Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung".

8. ISTIGHFAR أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Yang artinya: Saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Bacaan istighfar ini digunakan:

a. Sebagai ungkapan permohonan ampun kepada Allah SWT. Manusia adalah makhluk tak sempurna yang sering salah, khilaf dan berbuat dosa. Istighfar sebagai penghapus dosa-dosa tersebut agar tidak menumpuk dan supaya tidak berkembang menjadi dosa yang lebih besar.

QS. Ali Imron ayat 135: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

b. Agar diturunkan hujan yang lebat. Jika akan dilaksanakan sholat sunah istisqo (meminta hujan), terlebih dulu membaca istighfar yang banyak.

c. Agar dibanyakkan harta, anak-anak dan didatangkan kemakmuran.

Maka aku(Nabi Nuh AS) katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS Nuh: 10-12)

d. Agar diberi tambahan kekuatan.

QS. Huud ayat 52: Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

9. INSYA ALLAH إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Yang artinya: Jika Allah menghendaki. Bacaan ini biasa diucapkan ketika:

a. Berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Kalimat ini mengingatkan kita bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang.

QS. Al Kahfi ayat 23-24: Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya-Allah".Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini".

b. Digunakan sebagai harapan atau permohonan agar Allah memberikan sesuatu di waktu mendatang.

Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".

Sangat disayangkan dewasa ini banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, sehingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Padahal seharusnya dengan mengucap Insya Allah justru merupakan janji yang sudah pasti akan ditepati menurut perhitungan manusia, namun tetap disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah jika ternyata ada penghalang yang tidak terelakkan.

10. MAASYAA ALLAH مَا شَاءَ اللَّهُ

Yang artinya: Allah telah berkehendak akan hal itu. Ungkapan ini dipakai untuk:

a. Menggambarkan kekaguman kepada ciptaan Allah SWT, sekaligus sebagai pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya. Kalimat ini diucapkan tatkala mengetahui sesuatu yang hebat atau yang luar biasa. Sesuatu yang luar biasa itu bisa berupa kebaikan misalnya keindahan alam, kehebatan akal, dsb namun bisa pula berupa bencana misalnya tsunami, angin topan, petir, gunung meletus dsb.

b. Menggambarkan bahwa Allah kuasa atas segalanya. Misalnya: Allah kuasa membuat hambanya yang miskin menjadi kaya (QS. At-Taubah: 28), kuasa member manfaat dan madlorot (QS. AL-A’raaf: 188), kuasa memberikan surge atau neraka (QS. Al-An’am: 128), dan masih banyak yang lainnya.

11. INNA LILLAAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Yang artinya: Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita kembali. Bacaan ini diucapkan ketika menghadapi musibah, misalnya kematian, kehilangan harta, atau kehilangan apa-apa yang telah kita miliki sebelumnya.

Dzikir ini akan membantu kita untuk berlapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah dzikir ini, semakin ringan menghadapi problema hidup dan semakin ikhlash menerima ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT, karena yakin bahwa semua akan kembali pada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

QS. Al-Baqoroh ayat 155-156: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaailaihi raaji`uun"




Penulis : Santi Harmoetadji
Ibu rumah tangga yang terus belajar agar mampu beramal shalih,
berusaha menjadi insan mulia



No comments

Powered by Blogger.