Header Ads

Aksi Bela Islam

Mahfud MD Terima “Pinangan” KAMMI Jadi Dewan Penasihat

Makhfud MD
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Moh. Mahfud MD mengaku mengapresiasi gerak Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan di Indonesia.

Hal itu disampaikannya ketika menerima kunjungan Pengurus Pusat KAMMI di Kantor MMD Initiative, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/08/2014).

“Saya senang dengan lahirnya KAMMI sebagai unsur baru yang paling banyak berperan dalam proses reformasi secara nyata dan terpublikasi. Padahal, saat itu banyak organisasi mahasiswa lain yang lebih tua sedang lumpuh,” kata Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga berharap ke depan KAMMI terus memberi warna dalam perjalanan bangsa.

“Kalau ada unsur mahasiswa, pasti negara tidak bisa berbuat aneh-aneh,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP KAMMI Adhe Nuansa Wibisono menjelakan maksud dan tujuan kunjungan tidak lain untuk meminang Guru Besar Hukum Tata Negara, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta ini.

“Maksud dan tujuan kunjungan kami di sini selain sebagai wujud silaturahim kepada Bapak Mahfud MD sebagai salah satu Bapak Bangsa juga ingin ‘meminang’ Bapak menjadi salah satu Dewan Penasihat KAMMI,” kata Adhe Nuansa Wibisono.

Sebelumnya, beberapa tokoh seperti Jimly Ashshiddiqie, Din Syamsuddin, dan Siti Fadhilah Supari juga telah bergabung sebagai Dewan Penasihat KAMMI.

Meskipun mengaku sering kesulitan mengatur jadwal, Mahfud akhirnya bersedia menerima “pinangan” tersebut.

“Mengingat kesibukan, saya mohon maaf jika nantinya tidak selalu bisa mendampingi KAMMI. Namun, dengan segala keterbatasan itu, ya sudah silakan diolah,” tambah Mahfud.

“Saya senang dengan spiritnya. Anda ini bagus karena sebagai anak muda mau concern sekaligus connect dengan permasalahan bangsa,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, PP KAMMI juga meminta tanggapan Mahfud MD tentang gagasan Jaminan Pendidikan Nasional (Jamdiknas) yang digulirkan PP KAMMI.

Mahfud juga diajak berdiskusi tentang kondisi perpolitikan bangsa pasca Pilpres 2014. [Hidayatullah/BersamaDakwah]


No comments

Powered by Blogger.