Header Ads

Aksi Bela Islam

Pemprov DKI Stop Bantuan Calon Haji, Kemenag Heran

Jamaah haji DKI Jakarta (Kompasiana)
Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin merasa heran dengan penghentian bantuan untuk calon jamaah haji DKI Jakarta. Justru, ia berterima kasih jika ada pemerintah daerah yang ingin memberikan bantuan kepada jamaah haji.

“Memberi bantuan itu tidak perlu izin, masa orang mau bantu dihalang-halangi,” katanya kepada Republika Online (ROL) saat dihubungi melalui telepon pada Senin (18/8).

Izin pemberian bantuan, menurut dia, bukan ranah Kementerian Agama. Terlebih bantuan tersebut ditujukan untuk para jamaah haji. "Jika daerah ingin memberi bantuan, silakan saja," ungkapnya.

Dijelaskannya, Kemenag memberikan living cost sebesar 1500 real per jamaah. Uang tersebut untuk mengganti pelayanan makan dan transportasi selama di Makkah.

Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) DKI bidang Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas) Bambang Sugiyono menyebut penghentian bantuan untuk calon haji disebabkan adanya larangan dari Kementerian Dalam Negeri.

Pemberian bantuan, kata dia, dikhawatirkan akan terjadi duplikasi dengan anggaran Kementerian Agama (kemenag). “Kecuali Kemenag membolehkan pemberian bantuan itu,” ujarnya.

Ia mengaku telah mengirim surat kepada Menteri Agama sebelumnya, yang saat itu masih dijabat Suryadharma Ali, agar diperbolehkan memberikan bantuan. Namun sampai diketuk palu APBD Perubahan, belum ada balasan surat dari Kemenag.

Sebelumnya, setiap musim haji Pemprov DKI memberikan bantuan makanan dan transportasi yang jumlahnya mencapai Rp16 miliar kepada calon haji DKI. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk tahun ini. [ROL]


2 comments:

  1. Mau bantu kok pakai ijin segala....

    ReplyDelete
  2. mulai ini.. si ahok jadi gubernur yg islam di persulit

    ReplyDelete

Powered by Blogger.