Resmikan Patung Yesus dengan Basmalah, Ini Tanggapan Ulama

Patung Yesus di Papua
KH Lutfi Basyori Alwi, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang mengingatkan, meresmikan patung Yesus dengan membaca basmalah adalah hal yang keliru dan haram.

Sebab menggunakan nama Allah Subhanahu Wata’ala untuk sesembahan selain Allah jelas haram karena sama halnya ridho terhadap kemusyrikan.

“Jelas haram, karena itu sama halnya dengan ridho kepada kemusyrikan, “ ujarnya seperti dikutip Hidayatullah, Senin (25/8).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan situs Perkabaran Injil berupa patung Yesus setinggi 30 meter di Pulau Mansinam berada di Papua Barat, Ahad (24/08) lalu. Yang menarik, SBY meresmikan patung yang menelan anggaran 7-8 miliar itu dengan mengucap basmalah.

“Maka dengan terlebih dahulu memohon keridhaan Tuhan Yang Maha Esa seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, situs Perkabaran Injil Mansinam Manokwari beserta berbagai infrastruktur pembangunan yang telah diselesaikan maka saya nyatakan dimulai penggunaannya. Pembangunan pabrik semen yang sudah lama ditunggu-tunggu, saya nyatakan dimulai,” kata Presiden SBY, seperti dikutip Hidayatullah dari laman Radio Republik Indonesia (RRI).

Selain meresmikan situs Perkabaran Injil berupa patung Yesus Kristus, SBY juga meresmikan sejumlah proyek besar di Papua Barat, termasuk pembangunan pabrik petrokimia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Bintuni, yang telah dirancang sejak 2010 dengan basis industri petrokimia.

“Memajukan saudara kita di Papua. Dengan tulus dan kasih sayang kita bangun bersama pemerintah pusat, Pemerintahan Daerah Papua Barat dan Papua, pemuka agama dan semua, harus memiliki kecintaan dan ketulusan dan tekad yang kuat untuk pembangunan Papua,” tambah SBY. [Hidayatullah/BersamaDakwah]


Powered by Blogger.