Header Ads

Aksi Bela Islam

Tentara Zionis: Pejuang Gaza Hadirkan Neraka, Kami Melarikan Diri

Tentara Zionis
Tentara Zionis mengungkapkan alasan mengapa mereka melarikan diri dari Syujaeya, salah satu daerah tujuan operasi saat menyerang Gaza, baru-baru ini. Alasan ini penting disampaikan, agar mereka tidak disalahkan karena telah lari dari medan perang.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh koresponden surat kabar Maarev, serdadu Zionis mengatakan bahwa mereka menghadapi neraka di Syujaeya, sebuah kondisi yang tidak pernah diduga sebelumnya.

“Semua yang kami lihat di Syujaeya adalah neraka jahanam.Para pejuang Gaza telah menunggu kami di Syujaeya. Mereka menembaki kami. pertempuran pun terjadi dalam waktu yang cukup lama. Dalam pertempuran itu, kami kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya,” kata serdadu itu seperti dikutip InfoPalestina.

Mereka memang ditugasi untuk menyerbu Syujaeya sebagai salah satu titik operasi. Namun ternyata, para pejuang Gaza telah menunggu di sana. Mereka disambut dengan tembakan-tembakan masif dari senjata ringan dan juga roket RGB. Parahnya, pejuang Gaza bisa muncul tiba-tiba dan menghilang tiba-tiba. Mereka keluar dari satu lokasi dan tiba-tiba hilang di lokasi yang berbeda. Prajurit Israel menduga, mereka keluar dari satu terowongan dan menghilang dengan masuk terowongan lainnya.

Serdadu yang lain menambahkan, salah satu kondisi paling berat mereka alami saat mau memasuki sebuah rumah di Syujaea. Mereka mengira rumah itu kosong.

“Kami beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang kami anggap telah kosong. Namun ternyata di dalamya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadilah baku tembak dengan mereka. Akhirnya kami melarikan diri, sementara yang lainya mati terbunuh,” ungkapnya.

Kendati banyak pihak menilai melarikan diri dari perang adalah tindakan pengecut, mereka berpendapat langkah itu diperlukan untuk menyelamatkan diri.

“Pendek kata, kami selamat dari neraka jahanam di Syujaeya”, simpulnya. [beritapopuler/bersamadakwah]

No comments

Powered by Blogger.