Header Ads

Aksi Bela Islam

100.000 Warga Jerman Hadiri “Hari Masjid Terbuka”

masjid di Berlin @republika online 

Dakwah harus terus ditegakkan. Dakwah yang bermakna mengajak manusia kepada agama Allah dan menyembah hanya kepada-Nya harus dilakukan dengan cara yang santun. Apalagi, di tengah fitnah radikalisasi dan terorisme yang ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.

Di daerah minoritas muslimin, dakwah yang mengajak kepada Islam harus dilakukan dengan cara yang cerdas, santun dan inspiratif. Apalagi jika tingkat kedewasaan dan pendidikan masyarakat di daerah tersebut terbilang tinggi.

Dilansir oleh Islampos, kaum muslimin Jerman menyelenggarakan “Hari Masjid Terbuka” untuk memperkenalkan Islam kepada seluruh masyarakat di Negeri Panser itu. Bentuknya berupa diizinkannya umat non-muslim untuk masuk ke dalam masjid dan melihat Islam lebih dekat. Dalam acara yang diselenggarakan serentak di seluruh Jerman itu, ada sekitar 100.000 warga yang antusias menghadirinya.

Panitia bertujuan menunjukkan Islam sebagai agama yang damai. Karena, menurut penuturan salah satu penyelenggara acara ini, “Sayangnya kita menyaksikan ketakutan yang semakin meningkat terhadap Islam dan permusuhan terhadap kaum muslimin di masyarakat Jerman.”

Dalam acara itu, masyarakat Jerman banyak bertanya tentang terorisme dan radikalisme yang sering dialamatkan kepada Islam dan kaum muslimin. Apalagi seiring maraknya berita tentang ISIS. Ender Cetin yang merupakan ketua Asosiasi Masjid Jerman menyampaikan, “Tamu-tamu kami di Jerman sering bertanya tentang kekerasan dan terorisme dan apakah keduanya memiliki akar dalam Islam.”

Jelasnya menerangkan, “Kami mengatakan kepada mereka nilai-nilai yang sebenarnya dari Islam, menginformasikan mereka tentang kegiatan kami melawan ekstremisme. Kami berusaha mengurangi prasangka mereka terhadap muslim.”

Di Jerman terdapat sekitar 4 juta kamu muslimin. 3 juta diantaranya berasal dari Turki. Yang mengkhawatirkan, berdasarkan jajak pendapat oleh Infratest-Dimap, 42% warga Jerman melihat Islam sebagai “agresif” dan 38% sebagai “ancaman.”

Bagi umat Islam di Indonesia, data ini seharusnya menjadi perhatian. Agar kita lebih menunjukkan kesantunan Islam, bukan sebaliknya. Apalagi jika sifat, sikap dan kelakuan kita malah memperburuk citra Islam dan kaum muslimin. [bahagia/ip]

No comments

Powered by Blogger.