Header Ads

Aksi Bela Islam

Ahok, Belajarlah pada Raja Najasyi

Ahok @baranews


DPRD DKI Jakarta hari ini (Kamis 2/10) menggelar sidang Paripurna untuk mendengarkan pembacaan surat pengunduran diri Jokowi dari kursi Gubernur DKI Jakarta. Sidang akan dimulai pada pukul 14.00 WIB yang diikuti oleh seluruh fraksi DPRD.

Penetapan paripurna sendiri dilakukan Selasa lalu (30/9) tanpa dihadiri partai pendukung Koalisi Merah Putih (KMP). Sehingga, agenda sidang hari ini hanyalah mendengarkan pembacaan surat pengunduran diri oleh Jokowi, tanpa tanggapan fraksi, dan diakhiri dengan ketok palu pertanda penutupan sidang.

Meski partai pendukung KMP tidak hadir dalam rapat penentuan paripurna, dikabarkan bahwa hari ini semua fraksi DPRD bisa hadir untuk menyetujui pengunduran diri Jokowi karena dinyatakan menang dalam Pemilu Presiden oleh KPU dan MK.

Selanjutnya, jika pengunduran diri Jokowi mulus, Ibu Kota DKI Jakarta akan dipimpin oleh Ahok yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur. Sebelum dilantik oleh Mendagri menjadi Gubernur, ia akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, banyak ormas Islam yang menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bukan karena dirinya yang berbeda agama dengan agama mayoritas penduduk Ibu Kota, tetapi lebih pada kebijakannya yang sering mendiskreditkan umat Islam. Seperti pelarangan takbir keliling, pelarangan penyembelihan hewan Qurban di Sekolah Dasar, merobohkan masjid, dan sebagainya.

Selayaknya Ahok berkaca pada sejarah. Ketika raja Najasyi melindungi kaum muslimin dari kafir Quraisy. Saat dirinya diminta menyerahkan kaum muslimin kepada kafir Quraisy, ia yang beragama Nasrani itu berkata, “Aku akan melindungi mereka. Mereka adalah tetanggaku, tinggal di negeriku dan memilihku dari yang lainnya.”[bahagia/berbagai sumber]

No comments

Powered by Blogger.