Header Ads

Anggota DPR Ini Menjalankan Puasa Daud Selama 15 Tahun

popong otje djundjunan @tempo 
Di dalam kubangan lumpur, bisa jadi terselip mutiara yang amat berharga. Dalam sebuah komunitas yang terlanjur dicap buruk sekalipun, memungkinkan ditemukan permata yang amat bermakna. Begitulah tabiat kehidupan.

Di dalam kebaikan seseorang, komunitas, partai atau lembaga apa pun, pasti ada keburukannya, seberapapun kadarnya. Sebaliknya, di dalam keburukannya, terdapat kebaikan yang mungkin tak terlihat atau tenggelam lantaran keburukan yang massif itu.

Adalah sosok anggota DPR RI periode 2014-2019. Sosokya tercatat sebagai anggota tertua dengan usia 76 tahun. Genapnya, usia itu disandangnya pada bulan Desember mendatang.

Wanita yang piawai berbahasa sunda ini masih terlihat bugar ketika keluar ruangan selepas memimpin ratusan anggota dewan saat sidang paripurna Rabu (2/10) lalu. Terlihat murah senyum, anggota dewan yang terpilih dari Partai Beringin ini masih menyempatkan waktu untuk menjawab sebagian besar pertanyaan wartawan yang menemuinya di luar gedung.

Menjabat anggota DPR selama lima periode, Popong Otje Djundjunan masih terlihat gesit dengan sanggul yang terlihat rapi. Menjawab serbuan pertanyaan wartawan, ia dengan leluasa menceritakan kiat awet muda yang telah dijalaninya selama 15 tahun.

"Saya sudah 15 tahun melaksanakan shaum Daud, puasa Nabi Daud. Puasanya setiap hari, selang-seling. Misal, Senin puasa, Selasa tidak puasa," ujarnya sebagaimana diberitakan Tribunnews.

Wanita beranak 4 dengan 8 cucu ini menceritakan salah satu manfaat yang didapatnya dari berpuasa daud itu, “Alhamdulillah saya tidak ada penyakit apa pun.”

Selain rutin menjalankan puasa sunnah yang disampaikan oleh Rasulullah Saw sebagai puasa terbaik itu, sosok penyuka sayur dan lalap ini juga mengupayakan menjalani hidup dengan ikhlas dan ridha dengan segala ketentuan Allah Swt yang ia terima.

Ia juga memberi nasehat, agar senantiasa sehat dan jarang sakit, seseorang haruslah makan secara seimbang dan bergizi. "Makan itu harus makanan yang seimbang, ada susu dan gizi. Itu setiap hari harus dilakukan secara seimbang," tutur wanita kelahiran 30 Desember 1938 ini.

Kiat lain yang senantiasa dijalankannya adalah langsung tidur ketika mengantuk. “Kalau saya ngantuk, yah tidur. Kalau tidak, bisa sakit besoknya,” pungkasnya menerangkan. [bahagia/berbagai sumber]
Powered by Blogger.