Header Ads

Aksi Bela Islam

Belum Dilantik, Jokowi Disebut Terancam sebagai Presiden Terlemah

jokowi @jurnalmetro 

Konstelasi politik di negeri ini seakan belum meredup meski Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden)sudah usai beberapa bulan lalu. Bahkan, pertandingannya semakin seru setelah dilantiknya anggota dewan terpilih awal Oktober 2014 ini.

Secara garis besarnya, pertandingan ini semakin seru dengan kelanjutan koalisi antara pendukung masing-masing Capres dan Cawapres dalam Pilpres di dalam gedung anggota dewan. Sebagai warga negara, kita tak berharap banyak. Hanya sebuah pinta, semoga kisruh elit politik, tetap terjadi dalam dinamika kesantunan dan bagus dampaknya untuk rakyat.

Sayangnya, seringkali kita banyak memprediksikan sesuatu yang belum benar-benar terjadi. Seakan-akan, apa yang bersebaerangan dengan kita adalah sebuah kiamat ideologi dan bisa merenggut kebahagiaan diri dalam beberapa masa mendatang. Padahal, prediksi hanyalah perkiraan. Sebatas itu.

Salah satunya, hal ini sering dialamatkan kepada Presiden terpilih. Sosok yang sebelumnya telah mengundurkan diri dari Gubernur DKI Jakarta dan akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang, sering menerima komentar maupun prediksi yang kurang mengenakkan.

Uniknya, komentarnya kali ini justru berasal dari sosok yang pada pilpres lalu mendukung dirinya. Bahkan, ia dan lembaganya secara totalitas mendukung pemenangan mantan Wali Kota Solo sebagai orang nomor satu di negeri ini.

Diberitakan oleh Republika Online, Denny JA yang merupakan pendiri Lingkaran Survei Indonesia dan salah satu tim sukses Jokowi-JK dalam pilpres lalu, menyebut bahwa Jokowi terancam menjadi Presiden terlemah dalam sejarah Indonesia. Berikut kutipan lengkap Tweetnya:

1. Akhirnya Koalisi Merah Putih menang telak atas Koalisi Indonsia Hebat, 5;0, dgn terpilihnya ketua MPR Zulkifli Hasan.
2. Untuk pertama kali dalam sejarah, pemerintahan Indonesia terbelah. Eksekutif dan Legislatif dikuasai oleh koalisi partai yg berbeda.
3. Di AS, misalnya, pemerintahan yg terbelah itu bisa baik karena kultur politiknya yang terbuka dan mengutamakan kepentingan publik.
4. Tapi kultur politik di Indonesia, masih didominasi oleh money politics dan 'politik balas dendam'.
5. Jokowi terancam menjadi presiden terlemah dalam sejarah Indonesia. 3 hal yg membuatnya terlemah:
6. Satu, Jokowi tidak mengontrol legislatif. Sebaliknya legislatif sangat beroposisi padanya.
7. Dua, Jokowi tidak mengontrol satu pun partai politik. PDIP didominasi oleh Megawati, bukan Jokowi.
8. Tiga, Jokowi bahkan di pemilu pilpres hanya unggul satu digit dibandingkan Prabowo. Berbeda misanya dgn SBY di 2009, 2004."
9. Dengan naiknya BBM nanti, sangat mungkin di opini publikpun, Jokowi akan kalah karena popularitasnya merosot.
10. Saatnya Jokowi harus merangkul sebanyak mungkin kekuatan civil society, opinion maker untuk membantu kelemahannya. [bahagia/rol]

No comments

Powered by Blogger.