Header Ads

Aksi Bela Islam

Hentikanlah Prasangka Berlebihan terhadap Diri Sendiri

Ilustrasi @akusukamenulis
Ketika amanah itu kita anggap sebagai bentuk kemuliaan selayak nabi Allah Swt, tatkala aktivitas kita sehari-hari seolah uswatun hasanah setara Shahabat dijamin surga, saat pernikahan kita adalah contoh sakinah mawaddah wa rahmah selayak 'Ali dan Fatimah az-Zahra, maka berhati-hatilah wahai jiwa. Karena ujub dan sombong begitu mudah merasuk di sela-sela amal kebaikan sehari-hari.

Mari takarlah hati masing-masing.

Lihat dan pahamilah, apakah maksud sejujurnya dari menceritakan saban hari amanah yang kita pikul? Memostingkannya di media sosial? Adakah untuk mendapatkan pujian, tepuk tangan, decak kagum, perhatian serta keagungan? Bila demikian, sungguh amanah tersebut telah memberikan fitnah besar bagi kita.

Jika aktivitas harian kita seolah uswatun hasanah, selayak amal kita adalah setara hujjah amal Rasulullah Saw, shahabat dan tabi'-tabi'in, maka berhati-hatilah karena boleh jadi kita sedang diuji oleh Allah Swt dengan prasangka berlebihan terhadap diri sendiri.

Bila pernikahan kita seolah sudah menggapai sakinah, mawaddah wa rahmah dan terus menerus merasa cocok dijadikan role model bagi para shahabat di sekeliling, maka berprasangka buruklah kepada jiwa kita. Karena boleh jadi, Allah Swt telah menutup pintu hati kita dari melihat kebaikan dari pernikahan sempurna yang berada pada pernikahan Rasulullah Saw dan shahabat serta generasi salafus shalih.

Sungguh Umar bin Khaththab dipuja sebagai seorang khalifah pembebas al-Aqsha, namun beliau tidak pernah sekali pun merasa sebagai seorang pemegang amanah yang baik dan tetap sulit dikenal diantara kerumunan manusia.

Sungguhlah pernikahan 'Ali bin Abi Thalib adalah pernikahan yang penuh keberkahan, namun beliau malah memuji pernikahan dan keluarga Thalhah bin Ubaidillah.

Adalah amal keseharian Abu Bakar ash-Shiddiq adalah yang paling mendekati Rasulullah Saw. Namun beliau tertakjub dengan amal Sa'ad bin Abu Waqqash yang dijaminkan surga oleh Rasulullah Saw.

Maka, wahai yang merasa amanah, amal dan keluarga yang dimilikinya adalah yang terbaik di masanya. Tahanlah diri kita. Lihatlah ke atas. Dunia telah pernah melewati tiga generasi terbaik seumur sejarah; generasi Rasululah Saw dan shahabat, generasi tabi' serta generasi tabi'in. Berhentilah mencontohkan diri sendiri sepenuhnya dan mulailah belajar dari generasi terbaik tersebut.

Oleh : Rahmat Idris
Editor: Pirman

No comments

Powered by Blogger.