Header Ads

Aksi Bela Islam

Inilah 'Kebohongan-kebohongan' Seorang Ibu

Ibu @gzhartfortheworld

Dalam hidupnya, seorang ibu akan melakukan apa pun demi kelangsungan hidup dan kebahagiaan anak-anaknya. Seringkali, 'malaikat' bernama ibu itu juga menyampaikan 'kebohongan-kebohongan' kepada kita, anak-anaknya. Apa yang dilakukan oleh seorang ibu, sejatinya adalah pertanda cinta yang sebenarnya. Cinta nan tulus, sepanjang masa dan tak pernah bisa tergantikan dengan apa pun yang dilakukan oleh anak-anaknya.

Inilah 'kebohongan' yang kerap disampaikan oleh seorang ibu.

1. Ketika di rumah porsi makanan untuk keluarga kurang, sesegera mungkin sang ibu memberikan dan membagikannya sampai habis kepada anak-anaknya. Saat sang anak bertanya manja, "Buat ibu mana?" Ia, dengan menahan lapar akan berketa cekatan, "Makanlah, ibu tidak lapar."

2. Suatu ketika, bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, makan daging adalah sebuah kebanggan nan langka. Sang ibu dengan antusias menyediakan masakan daging cintanya itu ke meja makan. Kemudian, tatkala melihat sang anak makan dengan lahapnya, ia urung untuk ikut menikmati. Saat sang anak menyadari dan mencoba membaginya kepada sang ibu, ia akan berkata, "Ibu tidak suka daging. Kamu makan yang banyak ya, Nak."

3. Dalam perjalanan hidup seorang anak, episode sakit pastilah pernah dialami. Sebentar ataupun lama. Dalam sakit itu, sang ibu menunggu dengan cemas dan harap kesembuhan yang makin menggunung. Ia berjaga malam dan siaga di siang hari demi anak yang dikasihinya itu. Ketika sang anak terjaga di malam hari, kemudian melihat ibunya belum tidur, ibu yang mulia kalbunya itu akan menjawab, "Tidurlah, Nak. Ibu tidak mengantuk," ketika sang anak bertanya, "Ibu kok belum tidur?"

4. Tatkala anak tumbuh dewasa dan mencapai karir yang baik, ketika ia pulang ke rumah sang ibu untuk memberikan sesuatu sebagai hadiah atau untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari orangtuanya itu, ibu yang amat lembut perasaannya akan berpetuah penuh makna, "Simpanlah untuk keperluanmu, Nak. Ibu masih memiliki uang untuk keperluan sehari-hari."

5. Saat Yang Mahakuasa memberikan kesuksesan gemilang kepada anaknya, lantas sang anak mengajak ibunya untuk pindah ke rumah yang lebih baik dari segala sudut secara ekonomi demi kenyamanan ibu, ia yang sosoknya menjadi jaminan ridha Allah itu akan berkata, "Rumah tua ibu ini sangat nyaman, Nak. Ibu kurang terbiasa tinggal di rumah besar yang kau berikan itu."

Maka, 'kebohongan-kebohongan' itu akan selalu ada dan bisa jadi semakin banyak jumlahnya jika ditulis dalam catatan harian kehidupan kita. Dan, ingatlah sahabat sekalian, 'kebohongan' terakhir seorang ibu terjadi ketika dirinya didera sakit sebab usia lanjut. Saat anak-anaknya berbaris menangis di pangkuan dan sekelilingnya, dengan senyum manis penuh makna dan inspirasi, ibu kita akan berkalam pelan, "Tidak usah menangis, Nak. Ibu akan baik-baik saja."

Tahukah kau makna frasa 'baik-baik saja'? Ialah baik-baik saja di alam kubur, menikmati jamuan kebaikan dari Allah Swt Yang Maha Membalas. [Pirman]

No comments

Powered by Blogger.