Header Ads

Aksi Bela Islam

Innalillahi, Wartawan Dipersulit Shalat Jum'at di Masjid Istana Presiden

Masjid Baiturahim Istana Kepresidenan @Suara-Islam 

Wartawan yang bertugas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta kesal lantaran merasa dipersulit ketika hendak menunaikan shalat Jumat di Masjid Baiturrahim yang berada di dalam kompleks istana.

Kejadian itu bermula saat puluhan wartawan hendak menuju masjid melalui pintu masuk yang berada di sisi timur Istana. Pintu masuk dijaga oleh dua orang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Namun, ketika hendak masuk melewati metal detector, Paspampres sudah menginterogasi.

"Pada mau ke mana?" tanya seorang Paspampres.

"Mau shalat Jum'at pak," jawab wartawan, kompak.

Meski demikian, Paspampres tak lantas mengizinkan mereka untuk masuk ke dalam setelah mendengar jawaban tersebut. "Semua wartawan yang ingin masuk ke dalam harus dapat ijin dari Biro Pers," kata anggota Paspampres tersebut.

Wartawan pun langsung protes dengan kebijakan tersebut. Mereka menyayangkan aturan yang menyulitkan orang untuk beribadah.

"Maaf kami hanya menjalankan tugas," kata Paspampres lagi.

Kemudian, salah satu wartawan senior dari stasiun televisi swasta, Asep, langsung menghubungi kepala biro pers untuk meminta penjelasan. Asep juga mendesak Istana untuk mencabut aturan tersebut.

"Saya bilang, tolong teman-teman dikasih izin masuk supaya tidak ada salah pengertian," ujar Asep.

Akhirnya, pihak Istana mengijinkan wartawan untuk menunaikan shalat Jum'at di dalam Istana. Kejadian seperti ini sangat disayangkan dan justru mencoreng nama Istana sendiri.

Sebab pada era kepemimpinan SBY, tak pernah ada wartawan yang dipersulit ketika hendak menunaikan shalat. [Suara-Islam, ROL]

11 comments:

  1. Kebanyakan ngegosip mknya ibadah saja jadi dipersulit. Introspeksi diri aja. Smua terjadi sudah sesuai ukuran tabur tuai he he...

    ReplyDelete
  2. Semua itu dilakukan demi keselamatan presiden kita. Karna masih banyak orang yg gak suka dengan naiknya pak jokowi. Id card wartawan sangat mudah untuk di palsukan. Itu sebab y harus ada konfirmasi dari biro pers. Dengan menghina seorang anda juga tidak lebih baik bukan.

    ReplyDelete
  3. ingat kejadian pemimpin pemimpin dzolim dalam al quran? semua ini juga karena peran kita sebagai muslim yang mungkin acuh terhadap lingkungan dan negara...terima saja...karena toh sekarang pemimpin negara kita, kalo tidak di peringatkan Alloh seperti itu, mana mungkin kita sadar

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum.
    Saya andy, muslim :)

    Saya sekedar mengingatkan saja, berita yang tuan dan puan redaktur turunkan ini menurut saya pribadi sifatnya provokatif. Tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah isinya tidak berimbang menurut saya. Anda mengaduk-aduk opini dengan fakta dan blum mengcover semua pihak yang terlibat.

    Mohon maaf puan dan tuan...
    Jika perlu berpanjang lebar dalam diskusi atau isi maksud saya...sila dihubungi saya...

    Anda media muslim. Saya muslim dan kurang setuju dengan cara anda mnyampaikan berita, bukan isinya...:)

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr.Wb.
    Yang membuat berita, kususnya saudara2Ku yang muslim terus berjuang dengan memberikan berita yang actual tanpa melebihkan ataupun menguranginya.
    Bagi yang pro dengan Pak Jokowi, mohon juga jangan terlalu mati matian membela kalau sampean sendiri ga tahu actual kebenarannya, sebagai masukan sebagai muslim kita berkewajiban menegakkan kebenaran sebagaimana yang diajarkan Nabi Besar Muhammad SAW.
    Bagi yang bukan pendukung Pak Jokowi, sebagai masukan mari kita bersatu untuk mendukung kerja dan niat baik beliau sebagai Presiden kita. Jaga kedamaian, ketentraman dan mari turut sukseskan segala program2 nya agar cita2 rakyat Indonesia tercapai.
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  6. Kalau menurut wartawan sendiri, kenapa mereka sampe gak boleh masuk ?, sebab yg saya tahu hari jum'at masjid istana bisa dimasuki siapa saja tapi dengan pemeriksaan, mungkin kalau memang harus di atur maka aturannya tdk boleh bawa senjata dan kamera.jadi yg mau masuk bener2 mau sholat.

    ReplyDelete
  7. Innalilllahi wa inna ilaihi roji'un. jika benar, maka benar kata mbah Taufik Ismail bahwa Bukan Indonesia Hebat tapi....... Indonesia Laknat..... Astaghfirullah... salah pilih mereka.....untung aku tdk milih.... hmmm mudah-mudahan tdk kena balak dari Allah swt.

    ReplyDelete
  8. alangkah baiknya ,,,, berita itu ditulis secara berimbang . Jgn menyudutkan sisi yang lain dengan berbagai opini pribadi dan egoisme semata . Coba , sudah dikonfirmasikah sama Biro Kepresidenan - aturan ytersebut ?? Kalo memang ID Card aja kan ya wajar ,,,, krn rakyat yang milih jokowi itu belum cukup mutlak ,, sehingga masih banyak pendendam2 - sakit hati dengan keadaan ...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.