Header Ads

Aksi Bela Islam

Memaknai Sumpah Pemuda: Modal untuk Menjadi Bangsa yang Kuat

Ilustrasi @news.okezone.
Sumpah Pemuda adalah salah satu momentum sejarah yang semakin menyatukan banyak elemen di Negeri ini. Merupakan kesadaran bahwa bersatu adalah salah satu kunci utama dalam menggapai kemerdekaan di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam momentum bersejarah ini, kita harus menanggalkan perbedaan dan bersatu atas nama kesatuan. Kesatuan bangsa, tanah air dan bahasa. Diantara makna Sumpah Pemuda itu adalah pemaknaan akan perjalanan bangsa yang kini tengah memasuki 'gelombang ketiga' ini.

Melalui akun twitternya, Anis Matta yang merupakan politisi muda dari cendekiawan muslim ini memaparkan kepada kaum muslimin akan makna penting Sumpah Pemuda itu sendiri.

Berikut kami rangkum kultwitnya dari akun @anismatta.

Setiap hari Sumpah Pemuda, saya selalu tersenyum. Karena tanggal ini sebenarnya adalah tanggal lahir saya. Hanya saja, karena administrasi di kampung waktu itu, jadi yang tercatat tanggal lain.

Tapi hari ini penting bagi kita untuk melihat ke belakang, rentang yang panjang sampai kita “menjadi Indonesia”. Sumpah Pemuda adalah tonggak penting ketika kita “menjadi bangsa Indonesia” sebagai identitas dan cara hidup.

Nasionalisme Indonesia memiliki dimensi ke luar dan ke dalam. Ke luar, semangat untuk melawan penjajahan. Ke dalam, proses pembentukan identitas baru.

Ada dua elemen penting sebuah bangsa, yaitu kehendak (will) dan budaya (culture).

Will, kebangsaan Indonesia adalah ekspresi untuk keluar dari jerat penderitaan akibat penjajahan. Culture, nasionalisme Indonesia merupakan transformasi budaya menuju masyarakat modern.

Bangsa baru bernama Indonesia itu bergerak menuju pengelolaan hidup bersama yang dijalankan dengan kaidah-kaidah rasionalitas. Ide tentang Indonesia adalah ide yg modern. Indonesia adalah bangsa yang lahir dari rekayasa dan konsensus yang dibimbing oleh kesadaran sejarah.

Setelah melalui penderitaan yang panjang, bangsa Indonesia sadar bahwa imperialisme tidak lagi dapat dihadapi oleh kerajaan-kerajaan kecil atau etnis-etnis yang ada. Hanya ada satu jalan keluar, yaitu melebur dalam satu simpul yang lebih besar dari simpul-simpul primordial selama ini.

Itulah ide awal Indonesia. Jika kita bedah Indonesia pada hari kelahirannya, kita akan temukan bahwa nilai terdalamnya adalah solidaritas. Itulah yang saya sebut sebagai ‘gelombang pertama’ sejarah Indonesia, yaitu ketika kita memutuskan menjadi negara bangsa.

Selanjutnya, kita memasuki ‘gelombang kedua’ hingga masa Reformasi, ketika kita berusaha menjadi negara-bangsa modern.

Kini kita memasuki ‘gelombang ketiga’, dimana bonus demografi dan demokratisasi menjadi modal kita untuk menjadi bangsa yang kuat. Pemahaman akan rangkaian sejarah itu yang akan membangun kesadaran keindonesiaan kita. Sumpah Pemuda adalah sumpah kita sampai hari ini.

Semoga Allah meridhai perjalanan negara-bangsa kita. Kobarkan semangat Indonesia!!
[Pirman]


No comments

Powered by Blogger.