Header Ads

Aksi Bela Islam

Meski Dikecam PM Israel, Semoga Jokowi Mengikuti Langkah PM Swedia yang Akui Negara Palestina

benyamin Netanyahu

Setelah Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Hongaria, Malta, Polandia dan Rumania mengakui negara Palestina, baru-baru ini Nigeria melalui Perdana Menterinya Stefan Lofven melakukan hal serupa.

Sudah menjadi mafhum, ketika ada tokoh nasional sebuah negara mengakui negara Palestina, maka mereka yang merasa dirugikan akan sertamerta melakukan ‘teror’ politiknya. Mereka adalah Amerika Serikat dan semua jaringan Zionis Yahudi yang berada di belakangnya.

Diberitakan oleh Islampos, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu langsung mengecam tindakan PM Swedia ini. Menurutnya, pernyataan PM Swedia ini merupakan keputusan sepihak dan menghambat perjanjian damai yang tengah digalang oleh Palestina-Zionis.

Pada Ahad (5/10), PM Israel menyampaikan, “Langkah-langkah sepihak tersebut bertentangan dengan perjanjian kami,” ujarnya sebagaimana dikutip oleh juru bicaranya Ofir Gendelman.

Langkah PM Swedia ini, lanjutnya, bukan mempromosikan perdamaian, melainkan menghambatnya. Mengutip pernyataan Netanyahu, jubirnya menyampaikan, “Langkah itu tidak akan mempromosikan perdamaian, justru hanya akan menghambat perdamaian.”

Atas tindakan PM Swedia ini, Kementerian Luar Negeri Israel akan memanggil duta besar Swedia di Tel Aviv.

Tentunya, kita berharap dan mendorong Presiden Terpilih Republik Indonesia yang akan mengucap janji jabatan pada 20 Oktober 2014 mendatang untuk merealisasikan janji kampanyenya yang akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Semoga dalam pidato kepresidenannya nanti, pengakuan Negara Palestina akan meluncur deras dari sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini. [bahagia/ip/jm]

No comments

Powered by Blogger.