Header Ads

Aksi Bela Islam

Muslim Denmark, 14 Tahun Dilarang Mendirikan Masjid

demo anti pendirian masjid @shabestan 

Selayaknya bagi kaum muslimin di Indonesia untuk memperbanyak syukur kepada Allah Swt. Dia telah memberikan kenikmatan yang amat besar kepada kita. Ketika di belahan bumi lain mendirikan masjid serasa mewah nan langka, di Indonesia hampir bisa dijumpai masjid di tiap kampung. Bahkan, di beberapa daerah, dalam satu kampung bisa terdapat banyak masjid.

Diantara kaum muslimin yang sampai sekarang belum memiliki masjid adalah saudara kita yang tinggal di salah satu kota di Denmark. Negeri yang pernah menjadi perbincangan publik karena salah satu korannya mempublikasikan karikatur yang menghina Nabi Muhammad Saw itu, hingga kini Pemerintahnya belum memberi izin pendirian masjid bagi kaum muslimin yang jumlahnya sekitar 2-5% dari total jumlah penduduk.

Kaum muslimin yang tinggal di pinggiran kota Aarhus, misalnya, mulai mengkampanyekan pendirian masjid sejak tahun 2000. Pasalnya, pada tahun 2004 Pemerintah kota itu sudah memberikan izin bagi berdirinya masjid dan Islamic Centre. Bahkan, mereka berjanji akan mencarikan lahan hingga proses pembangunannya. Akan tetapi, semua janji itu sirna seiring dihapusnya komitmen yang berisi surat perjanjian.

Sebagaimana dikutip situs Hidayatullah, maksud mendirikan masjid, selain sebagai tempat ibadah adalah kehendak kaum muslimin agar komunitasnya diakui, “Permasalahan ini bukan hanya tentang ada atau tiadanya masjid. Kita sedang berbicara tentang penerimaan komunitas Muslim yang merupakan kaum minoritas,” ungkap Ketua Federasi Asosiasi Islam (FIF) Aarhus, Sami Saidana.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh arsitek yang sudah dikontrak untuk merancang bangunan masjid hingga berdirinya. “Ini memalukan,” ungkap Metin Aydin sebagaimana dilansir Aljazeera (2/10).

Terkait sebab utama belum berhasilnya kaum muslimin Denmark dalam mendirikan masjid adalah konstelasi politik yang rancu dan tidak berpihak kepada minoritas. Ungkap Aydin melanjutkan, “Saya bekerja di proyek yang tidak nyata. Selama politik sirkus masih berlangsung, tidak akan ada harapan merealisasikan apa pun.”

Selayaknya, hal ini menjadi pelajaran bagi kaum muslimin, di mana pun mereka berada. Karena muslim adalah satu tubuh, dan harus saling peduli satu dengan yang lainnya. Sebab seminoritas apa pun, sebagaimana disampaikan oleh Ketua FIF, kamu muslimin adalah bagian dari masyarakat, ““Hal ini sangat penting. Para politisi seharusnya memberi sinyal yang jelas kepada komunitas Muslim bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat ini.”

Semoga Allah Swt menolong kaum muslimin di mana pun mereka berada. Semoga Allah Swt kuatkan langkah kaki mereka untuk terus berjuang menegakkan Islam, di segala penjuru. [pirman/berbagai sumber]

No comments

Powered by Blogger.