Header Ads

Aksi Bela Islam

Pemerintah Kuba Bolehkan Pembangunan Gereja, Tapi Larang Dirikan Masjid

ilustrasi masjid @marmermarmer

Sejak revolusi Kuba tahun 1959, sebuah gereja baru diizinkan dibangun oleh pemerintah Kuba. Namun, hal itu tidak berlaku dengan pembangunan masjid. Rencana untuk membangun sebuah masjid di Kuba telah ditolak oleh otoritas setempat.

Gereja Katolik, dengan sumbangan dari warga Katolik, akan dibangun di Sandino, dekat provinsi barat Pinar del Rio Tampa di Florida. Lembar publikasi gereja, “Christian Life” mengatakan gereja yang akan dibangun bisa memuat 200 kursi dan akan menjadi langkah baru bagi hubungan antara Kuba dan Katolik.

Ketegangan terjadi antara Gereja Katolik dan pemerintah Kuba selama bertahun-tahun setelah revolusi Kuba 1959. Tetapi akhirnya pemerintah mengumumkan bahwa Natal adalah hari libur nasional setelah kunjungan Paus Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI.

Namun, kedua pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro dan saudaranya, Presiden Raul Castro, sangat tidak simpatik dengan pembangunan sebuah masjid di Havana.

Kepala Serikat Islam Kuba Lazo Torres, mengatakan partai komunis Kuba baru-baru ini menolak permohonan pembangunan masjid yang direncanakan oleh Yayasan Keagamaan Turki.

Lazo Tores juga mengatakan jumlah umat Islam sebagian besar warga Kuba, yang telah memilih Islam, di Havana sendiri telah mencapai 4.000 orang.

April lalu sebuah delegasi dari Yayasan Keagamaan Turkitelah mengunjungi Kuba dan berbicara tentang rencana pembangunan masjid, mirip dengan Masjid Ortakoy (Masjid Agung Mejidiyah) di Istanbul Besiktas yang direncanakan akan dibangun di Havana. Tapi niat pembangunan sebuah masjid di Kuba itu menghasilkan beberapa kontroversi dan berakhir dengan penolakan dari partai komunis Kuba. [IP]

No comments

Powered by Blogger.