'Saya Malah Merasa Kasihan Sama Pak Ahok'

ahok @terasjakarta 

Aksi Ahok melarang penyembelihan hewan kurban di lingkungan Sekolah Dasar menuai banyak respon. Meski pihaknya sempat menyanggah pelarangan itu, banyak kesaksian berupa wawancara dan beredarnya surat edaran pelarangan tersebut.

Berdalih melarang karena masalah psikologis anak-anak dengan menyebut ibadah kurban sebagai sesuatu yang sadis pun, ditanggapi para psikolog tentang tidak benarnya hal itu. Sehingga, semakin banyak bantahan, justru semakin menunjukkan bahwa pihaknya benar-benar melakukan pelarangan pelaksanaan salah satu ibadah sunnah bagi kaum yang beragama minoritas di kota yang akan dipimpinnya itu.

Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) pun ikuti memberi komentar tentang kebijakan yang dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Dilansir oleh laman Repbulika, KH Ma’ruf Amin mengatakan, “Saya malah merasa kasihan sama Pak Ahok." Hal itu beliau sampaikan di sela-sela pemotongan hewan kurban di kantor PBNU, Jakarta, Ahad (5/10).

Beliau menjelaskan, bahwa pelaksanaan ibadah kurban di sekolah-sekolah merupakan sarana pembelajaran yang efektif bagi anak-anak. Apalagi sebelumnya, anak-anak di Sekolah Dasar itu sudah disuguhi pelajaran berupa kisah yang melatarbelakangi syariat kurban ini. Kata beliau menjelaskan, "Sekaligus disaksikan anak sekolah dan menjadi pembelajaran keagamaan."

Lanjut beliau, PBNU sebagai salah satu ormas Islam terbesar di negeri ini juga mendistribusikan hewan kurban hingga ke pelosok tanah air.

Tentang makna ‘Idul Adha sendiri, Direktur Lembaga Infaq dan Shodaqoh PBNU ini menerangkan, “’Idul Adha itu, momentum berbagi. Agar masyarakat bisa berkumpul dan menikmati keindahan ‘Idul Adha."

Jika gagasan pemotongan hewan kurban hanya boleh dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan daerah setempat, apakah lokasinya representatif? Sementara antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pelaksanaan ibadah ini amatlah tinggi sebab terdapat spirit pengorbanan yang amat besar di dalamnya.
Mengutip kata KH Ma’ruf Amin di atas, nampaknya Pak Ahok memang layak dikasihani. [bahagia/rol]
Powered by Blogger.