Header Ads

Aksi Bela Islam

Siswa SMP Juara Ini Berkurban dari Hasil Jualan Yogurt

Fuad
Semua pasti bisa berqurban. Setidaknya itulah yang terjadi di SMP Juara Bandung, sebuah sekolah gratis berkualitas binaan RZ (Rumah Zakat) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hari ini, Jumat (3/10) Fuad, siswa kelas VIII SMP Juara Bandung membawa seekor kambing ke sekolah untuk disembelih di Hari Idul Adha.

Pastinya hewan tersebut bukanlah hasil pemberian orangtua Fuad yang sehari-hari bekerja sebagai guru mengaji di salah satu pesantren. Lalu dari mana Fuad mendapatkan uang untuk berqurban? Rupanya anak laki-laki yang kini beranjak remaja ini mengumpulkan uang hasil penjualan yogurt untuk berqurban. Ia berjualan yogurt dalam kegiatan Market Day yang rutin diadakan di SMP Juara Bandung.

“Awalnya jualan yogurt di kegiatan market day di sekolah. Karena banyak peminatnya, jadi rutin setiap hari, Alhamdulillah keuntungan selama 1 tahun 2 bulan bisa ditabung, dan sekarang dibelikan domba untuk qurban,” ujar Fuad, Jumat (3/10).

Siswa Sekolah Juara dibekali dengan kompetensi untuk berwirausaha. Secara berkala siswa mengadakan market day. Saat market day ini, siswa praktek berwirausaha, mulai dari mengelola barang jualan, mengelola uang hingga merancang strategi agar dagangannya laku terjual.

Tak hanya pandai berdagang Fuad juga merupakan salah satu anak berprestasi di kelasnya, “Fuad bagus dalam semua mata pelajaran, terutama eksak. Kami melihat potensi Fuad sebagai calon entrepeneur yang baik, selain diajari ilmu kewirausahaan di SMP Juara dia juga dibekali ilmu agama. Dengan berkurban dia bisa berbagi dengan teman-temannya yang lain. Semoga kelak ia menjadi pengusaha yang shaleh ,” tutur Tresna, salah satu guru SMP Juara.

Sekolah Juara berupaya untuk mencetak siswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak baik. Di sekolah ini anak-anak dibiasakan untuk Shalat Dhuha setiap hari, mereka juga mendapat pelajaran membaca dan menghafal Al-Quran setelah Shalat Zhuhur. “Mereka diharapkan terbiasa beribadah secara rutin, baik yang wajib maupun sunah,” jelas Tresna.[RZ/Bersamadakwah]

No comments

Powered by Blogger.