Header Ads

Aksi Bela Islam

Stabilkan Kondisi Psikologi dengan Shalat

ilustrasi @moeflichblog

Shalat adalah tiang agama. Siapa mendirikan shalat, ia telah mengokohkan agama. Sedangkan yang meninggalkannya, ia telah merobohkan agama (Islam).

Shalat adalah penghapus dosa. Siapa yang melakukan shalat wajib lima waktu, diibaratkan oleh Rasulullah seperti orang yang memiliki telaga bening di depan rumahnya dan ia mandi sebanyak lima kali di telaga tersebut. Hadits itu ditutup dengan sebuah pertanyaan yang tafsirnya bermakna, "Mungkinkah orang yang mandi lima kali dalam sehari itu, di dalam tubuhnya masih terdapat kotoran?"

Rasulullah menjadikan shalat sebagai salah satu sarana untuk beristirahat. Beliau juga mewasiatkan kepada sahabat dan seluruh umatnya agar menjaganya dengan baik. Yakni mengerjakannya di awal waktu, berjamaah bersama kaum muslimin lainnya di masjid, ikhlas dalam amal dan senantiasa merujuk kepada apa yang disunnahkan oleh beliau.

Seiring berjalannya waktu, ketika teknologi penelitian semakin maju, kemanfaatan shalat dalam segi kesehatan fisik dan psikis semakin terbukti.

Prof Abduldaem al-Kaheel, dalam situsnya menjelaskan, "Ada efek psikologis yang besar terdapat dalam ibadah shalat. Ketika seorang mukmin menunaikannya dengan khusyu’, maka hal tersebut akan membantunya melakukan meditasi dan konsentrasi."

Meditasi dan konsentrasi inilah yang menjadi salah satu sarana dalam mengatasi aneka jenis gangguan psikologi dalam tubuh manusia, "Ini merupakan cara yang paling penting untuk mengatasi ketegangan dan kelelahan urat syaraf."

Shalat juga bisa menjadi obat. Lanjut beliau menerangkan, "Shalat merupakan pengobatan yang paling efektif dari penyakit marah, terburu-buru dan ceroboh. Shalat mengajarkan kepada manusia bagaimana menjadi orang yang tenang, rendah hati dan selalu tunduk kepada Allah Swt. Shalat mengajarkan manusia untuk bersikap sabar dan tawadhu’."

"Semua hal itu, dapat memberikan pengaruh yang baik pada sistem saraf dan kerja jantung, mengatur detaknya dan aliran darah melaluinya. Shalat dapat membantu orang beriman menghilangkan semua yang tersimpan dalam perutnya, seperti depresi, kegelisahan, ketakutan dan emosi diri." Hal ini terjadi, "Karena semuanya akan hilang dengan hanyak berdzikir di hadapan Allah Swt."

Kebiasaan dzikir inilah yang menjadikan seseorang senantiasa dibersamai Allah Swt. "Allah Swt selalu bersamanya dan tidak akan meninggalkannya selamanya." Sampai kapankah Allah Swt akan bersama pelaku shalat itu? Terang beliau, "Selama ia tulus dalam beribadah kepada Allah yang Mahaesa."

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (al-Mu’minun [23]:1-2)[]


1 comment:

  1. Assalamu'alaikum Wr Wb...
    Alhamdulillah...Artikel yang sangat bermanfaat.
    jazakillah khairan... Wassalam.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.