Header Ads

Aksi Bela Islam

Ternyata, 1 Muharram 1 Hijriyah Bertepatan dengan Kamis 15 Juli 622 Masehi

Ilustrasi @talimulquranalasror

Ketika wilayah kekuasaan Islam bertambah luas pada masa Pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab, birokrasi pun bertambah banyak; sering adanya surat menyurat dengan wilayah-wilayah baru dan bahkan ke Romawi dan Persia. Ditambah lagi adanya departemen-departemen yang mengatur urusan pajak, zakat serta pemasukan Negara lainnya. Maka Sayyidina Umar selaku pemimpin tertinggi merasa perlu kepada penanggalan yang akurat.

Sahabat Abu Musa Asy’ari yang menjabat sebagai Gubernur di salah satu wilayah Islam mengirim surat kepada Amirul Mukminin, “Anda mengirim surat kepada kami, tapi tanpa tanggal dan bulan.” Diriwayatkan bahwa sebuah surat sampai kepada Amirul Mukminin bertanggalkan “Bulan Sya’ban”, beliau bertanya, “Sya’ban kapan ini? Sekarang, yang sudah lewat atau yang akan datang?” Khalifah pun kembali bermusyawarah dengan para sahabat lainnya untuk mencari solusi.

Seorang hadirin mengatakan, “Buatlah penanggalan yang bagus, seperti orang Romawi dan Persia, mereka menulis tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian.”

Sebagian hadirin mengatakan, “Kita harus belajar dari cara orang Persia.” Akhirnya, dipanggillah Hermazan, seorang Muslim dari Persia. Hermazan menjelaskan bagaimana sistem penanggalan Romawi dan Persia. Selepasnya, sebagian hadirin mengatakan, “Baiklah, gunakan saja penanggalan Romawi.”

Sebagian yang lain mencegah, “Jangan, penanggalan Romawi terlalu lama.” Sahut yang lainnya lagi, “Jika demikian, gunakan saja penanggalan Persia.” “Wah, janganlah. Penanggalan Persia tidak jelas dan kurang valid. Karena setiap mati seorang Kisra, pasti Kisra baru membuat penanggalan baru lagi.”

Mereka pun belum mencapai kesepakatan untuk menggunakan sistem penanggalan yang mana. Yang pasti, mereka sangat membutuhkan sebuah sistem penanggalan yang bisa dijadikan sebagai acuan oleh seluruh wilayah Propinsi dan departemen-departemen.

Kemudian, ada seorang yang mengusulkan, “Bagaimana kalau kita membuat penanggalan sendiri? Kita memulai dari momen paling bersejarah dalam agama kita. Misalnya, kelahiran atau wafatnya Nabi atau hijrah?”

Akhirnya mereka mimilih hijrah. Karena hijrah memiliki dampak yang luar biasa terhadap Islam dan kaum Muslimin. Maka dimulailah penanggalan Islam pada tahun hijrahnya Rasulullah dan dimulai tahun itu dengan bulan Muharram. Karena pada bulan Muharram umat Islam kembali dari Haji. Konsensus itu terjadi pada tahun 17 setelah hijrah.

Mereka pun memulai tahun hijriyah dengan bulan Muharram. Sedangkan Rasulullah Saw hijrah pada bulan Rabiul Awwal. Jadi sebenarnya, penghitungan awal tahun Hijriyah sudah dimulai sekitar 2 bulan sebelum Rasulullah Saw sampai di Madinah. Sesuai dengan perhitungan tersebut, maka 1 Muharram tahun 1 Hijriyah adalah hari kamis yang bertepatan dengan hari kamis tanggal 15 Juli tahun 622 M. [Sumber: Al-Atsar al-Baqiyyah, Muhammad bin Ahmad al-Khawarizmy, Leipzig, Germany, 1876, dinukil dari Manhaj Tasyri Umar bin Khattab oleh Prof. Muhammad Baltajy]

Oleh: Ustadz Saief Alemdar [Damaskus]
Editor : Pirman

No comments

Powered by Blogger.