Header Ads

Aksi Bela Islam

Wahai Muslimah, Bijaklah Menyikapi Poligami

Ust Arifin Ilham dan dua istrinya @Suara-Islam
Cerita poligami memang tidak ada selesai-selesainya dan sepertinya tidak akan pernah usai. Tapi kali ini, kita tidak akan menceritakan hukum poligami atau seluk-beluk poligami. Kali ini kita ingin mengingatkan suatu kesalahan yang mungkin tidak pernah kita sadari, terutama bagi kaum perempuan.

Ketika mendiskusikan perihal poligami, saya seringkali melihat orang sampai emosi dibuatnya. Tidak jarang, akibat emosinya itu dia mengucapkan sesuatu yang sebenarnya sudah keluar dari jalur kebenaran. Kata orang Mesir, dia sudah "sabbuddin" (melecehkan agama). Padahal perbuatan ini sangat dimurkai Allah, bahkan bisa membuat seseorang murtad tanpa disadari.

Akibat emosinya, ia sampai mengatakan kalau poligami itu hanya memperturutkan hawa nafsu, seenaknya laki-laki, tidak ada sunnah Nabi seperti itu, itu hanya akal-akalan kaum lelaki, bahkan mengingkari kebolehan poligami dalam Islam dengan cara menafsirkan ayat seenaknya.

Jangan kira hal seperti itu berlalu demikian saja, karena semua ucapan kita dihisab oleh Allah Swt. Mungkin kita menganggapnya sebagai hal sepele, tapi di sisi Allah Swt merupakan perkara yang sangat besar.

Allah berfirman,

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja, padahal dia pada sisi Allah Swt adalah besar. (an-Nur [24]: 15)

Rasulullah Saw bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ»

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang diridhai Allah Swt tanpa sengaja, ganjarannya Allah Swt mengangkatnya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang dimurkai Allah Swt tanpa sengaja, akibatnya Allah Swt membenamkannya ke dalam neraka Jahannam." (Hr. Bukhari)

Mengingkari sesuatu yang dihalalkan Allah Swt atau yang diharamkan-Nya, dosanya bukanlah dosa kecil, tapi dosa besar sekali yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam; murtad. Sementara, poligami jelas-jelas perbuatan yang dihalalkan Allah Swt secara mutawattir di dalam al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah serta dicontohkan oleh Rasulullah Saw sendiri, para shahabat dan orang-orang shaleh semenjak dulu sampai hari ini.

Allah Swt berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Danbarang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (al-Ahzab [34]: 36)

Dalam ayat lain, Allah Swt berfirman,

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (an-Nisa' [4]: 65)

Sudah terang, kalau kita harus tunduk dan patuh terhadap apa pun aturan Allah Swt. Haram bagi seorang muslim menentang apa yang sudah ditetapkan-Nya. Lalu sekarang, barangkali timbul pertanyaan, bagaimana kalau seorang perempuan tidak siap untuk dimadu?

Sebenarnya tidak ada masalah. Boleh saja dia tidak mau dimadu. Tapi jangan ingkari kebolehan dan kehalalan poligami. Jaga lidah dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap pelaku poligami.

Camkan di hati seperti ini dengan penuh kesadaran dan kepasrahan terhadap hukum Allah: "Ya Allah, aku mengetahui bahwa Engkau menghalalkan untuk berpoligami bagi kaum laki-laki. Hamba mengakui itu adalah syari'at-Mu. Tapi hamba tidak siap kalau suami hamba berpoligami. Bukan penentangan terhadap aturan-Mu, akan tetapi karena kelemahan jiwa hamba untuk dimadu."

Insyaallah, dengan pengakuan seperti itu dia akan selamat dari kesalahan. Karena poligami sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, tapi dalam melakukannya diserahkan kepada pilihan hamba: apakah mau melakukan atau tidak, bukan sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan.

Tidak hanya itu, kita juga harus menjaga lidah dari bersimpati yang salah kepada orang lain. Maksudnya, sebagian orang tidak dimadu oleh suaminya, tapi demi menunjukkan simpatinya kepada orang yang dimadu oleh suaminya, dia terjatuh kepada mengucapkan kata-kata serampangan seperti yang kita sebutkan di atas. Padahal, kadang-kadang yang mengalaminya sendiri happy-happy saja, tidak ada masalah. Namun dia jatuh kepada dosa besar hanya karena melihat dan mengomentari orang lain.

Terakhir, jangan coba-coba mempermainkan agama Allah Swt dengan cara memberikan komentar seenaknya. Renungkanlah firman-Nya ini,

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ . الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ.


Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah Swt kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah Swt telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,
(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (al-A'raf [7]: 50-51)


Oleh: Zulfi Akmal 
Editor: Pirman

13 comments:

  1. wajar saja pak/bu,,,mungkin beliau sakit hati,,,namanya juga manusia,,,liat dulu alasanya jangan main nuduh, hati orang sapa yg tau siihh, maka nya jangan sembarangan juga ngaku-ngaku poligami dg alasan sunnah, perempuan juga laki-laki mempertanggung jawabkan semua perbuatanya,, Jadi Sami Mawon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di baca lagi ayat2 di atas.. sunah bukan alasan.. bukan untuk di main2 kan. Tapi untuk di ikutin (

      Delete
  2. Hmm.. sebenarnya memang diperbolehkan dalam Al-Qur'an, jika bisa adil, jika tidak sebaiknya cukup 1.. nah, batasan adil itu bagaimana, jika istri merasa tidak adil, tidak bahagia, tidak rela, dan menimbulkan penyakit hati.. apakah masih diperbolehkan?.. sebenarnya ini bisa jadi dialog yang baik antara calon suami dan calon istri, supaya dibahas benar2, dan bagaimana prinsip pernikahan yg diinginkan, sebelum kejebak didalamnya, tanyakanlah baik2 kepada calon suami mengenai poligami ini dengan detail, sehingga tidak salah memilih calon suami dan tidak salah mengambil keputusan seumur hidup.. Kalo menerima, berarti itu sudah resiko, jgn mengeluh.. jika tidak menerima, tinggalkan, cari yang lain yang memiliki prinsip yang sesuai..
    Tambahan saya, pertanyaan utk para lelaki? Adil menurut kalian itu bagaimana? Yang merasakan adil atau tidak itu seharusnya dinilai dari pihak perempuan, bukan dari diri sendiri.. ya mungkin, dari segi harta sudah berlebihan, sehingga meluap dan bisa dibagi ke yang lain, tanpa mengurangi jatah biasanya istri pertama.. jika jadinya jatah istri pertama dikurangi karena harus berbagi dgn yg lain, apakah itu adil? Karena meminta istri pertama untuk berkorban demi keinginan suami yg akan menyakitkan hati nya.. mohon jawaban dan pencerahannya, wasalam..

    ReplyDelete
  3. Syarat2 utk melakukan poligami itu apa saja? Selain adil.. seumur hidup harus adil, sedikit saja tidak adil, apa ganjarannya dari Allah SWT? Selain adil, apakah ada syarat lain? Mohon jawaban dan pencerahannya.. saya wanita tapi saya merasa perlu belajar, karena sedikit sekali sumber hukum yg membahas panjang lebar dan lengkap yang dapat dirujuk, yang shahih, mengenai hal ini, jika ada mohon referensi nya.. wasalam

    ReplyDelete
  4. Dahulu, apakah tujuan Rasulullah melakukan poligami? Mengapa saat menikah dengan Siti Khadijah tidak dilakukan poligami?Setelah Siti Khadijah wafat, barulah Rasulullah melakukan poligami, mengapa? Apakah tujuannya? Berarti tujuan menikahnya itulah menjadi sunnah nya, apakah benar? Setelah meninggalnya istri pertama.. sunnah diambil jangan sepotong2.. yang diambil utk dinikahi terlebih dahulu janda tua Saudah R.A, setelahnya baru Aisyah R.A.. ada juga Hindun R.A janda tua.. menikahi memiliki tujuan utk membantu, maaf bukan nafsu.. Apakah lelaki zaman sekarang rela menikahi janda tua jadi istri kedua, sesuai sunnah? Dan pribadi manusianya juga harus semulia Rasulullah SAW sesuai sunnah.. Wasalam

    ReplyDelete
  5. Mohon admin nya, saya minta dijawab pertanyaan2 diatas, mohon jangan di ambangi begitu saja tanpa ada jawaban.. terima kasih.. wasalam..

    ReplyDelete
  6. poligami itu untuk dijalankn bg yg mampu bukan untuk diperdebatkn

    ReplyDelete
  7. Ada lagi nie ustd.swami mlkkn poligami sembnyi2,,diawali dngn perslingkhny trs dua thn kmudian bru dinikahi dan tdk bertrs trang kpda istri ..parahny lagi swami usahanya dibantuin kerja istri tua ..eh nafkhi istri mudanya dr hsail kerj breng ma istri tua gimna tu ustad ,,cri utang di bank .kredit mobil smua dikerjkan dngn yg tua ee,,,dinikmatiny ma istri muda gimna hukumny donk ustad ...

    ReplyDelete
  8. saya pernah membaca disuatu kajian bahwa poligami itu hukumnya mubah, bukan sunnah.. seperti pendapat Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i ketika beliau pernah ditanya tentang
    hukum poligami, apakah sunnah? beliau menjawab: “Bukan
    sunnah, akan tetapi hukumnya jaiz (boleh)“. lalu madzhab Imam Ahmad juga berpendapat poligami bukanlah
    termasuk sunnah.
    lalu jika poligami itu sunnah, kenapa rasulullah melarang ali bin abi thalib sewaktu akan memadu fatimah??
    dan saya juga menemukan artikel ini www.pa-sidoarjo.net/index.php?option=com_content&view=article&id=216:meneraca-hukum-poligami-sunnah-atau-mubah&catid=43:artikel-hukum-pa-sidoarjo
    mohon penjelasannya uztadz, agar saya tidak terjebak dalam kebingungan

    ReplyDelete
  9. Kami berpendapat:laki-laki yg berpoligami, tdk punya WAKTU untuk dirinya senidri.
    Misalnya: Pada saat usia 30an, pria dg 2 anak, masih “energic” guna membiayai mereka sampai kuliah. Menjelang 50an, pria tsb mulai “slowing down” krn anaknya sudah hampir selesai sekolahnya.
    Pria tsb akan menikmati dan mensyukuri hasil kerja kerasnya dgn keberhasilan anak mereka. Umpamanya dgn pensiun awal, traveling dgn istrinya, membantu sanak family yg perlu perhatian dsb.
    Nah, kalau pria itu punya 2 atau 3 istri, berapa jumlah anak mereka? Bgmn kwalitas generasi nya? Kapan dia akan menikmati “hari tua” nya?
    Janganlah jadi pria diusia 60an justru ‘disumpahin’ anaknya krn: TIDAK bisa bagun tengah malam saat bayi nya demam, TIDAK hadir saat anaknya ada pertandingan di sekolah, TIDAK bisa jadi teman saat mereka remaja, dst.
    Masalah poligami spt itu, tdk perlu cari dalil guna membenarkan diri senidri, cukup pakai logika dan realita yg ada saat ini.

    ReplyDelete
  10. Ngapain pusing...kalau agama membolehkan, ya silahkan kalau mau, kalau tidak mampu ya gak usahlah...dari pada bikin tambah dosa..itu kan lebih baik

    ReplyDelete
  11. Waspada :: banyak bertanya hanya utk tahu, padahal sejalan dg itu tetap menguatkan hati utk kontra pada poligami. Apa manfaatnya ?
    Waspada :: suami yg mau membantu wanita lain, janda lain. Pikirkan, apa perlu menikahi. Mungkin bisa dg harta saja. Karena umum/mahfum wanita jarang rela dimadu, yang ada enjoy menjadi madu. Jika istri tidak ikhlas dan dia mendapat laknat Allah, sbg suami tentu jg mendapat bagian laknat itu krn tidak mempedulikan hati sang istri. Rela ?
    Itu obrolan dari saya pribadi. Smg dimaafkan atas kesalahan.
    Sisi lain, banyak wanita ndak peduli poligami, yang penting sex, atau duit dg hasil sex, atau narsis yg memancing sex. Nah..itu saja yg didebatkan. Clue..via twitter/blogspot : #maljum #realava #sange (dahsyatnya putra putri kita jaman sekarang)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.