Header Ads

Aksi Bela Islam

Menjijikan... Nikah Mut’ah Bersama-sama adalah Halal Lagi Berberkah dalam Ajaran Syia'h

Istri Jalaluddin Rahmat, Penganjur Mut'ah +Bersama Dakwah 
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah Swt melindungi dari kesesan Syia'h dan seluruh ajarannya. Semoga Allah Swt melindungi anak-anak perempuan, istri, ibu, saudara perempuan dan seluruh kaum muslima dari kejinya ajaran kawin kontrak ala Syi'ah.

Apalagi, mereka menghalalkan dan menganggap berkah melakukan kawin kontrak berjama'ah di salah satu masjidnya.

Berikut fatwa lengkap kesesatan mereka. Padahal, sama sekali berada di luar akal sehat manusia mana pun!


Bismillahirrahmanirrahim

Yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, As-Sayyid Al-Mujahid, Muqtada Ash-Shadr, semoga Allah menjaga Anda,

Kami adalah sekumpulan kaum Mukminat Zainabiyat para penolong Jaisy al-Imam al-Mahdi. Kami ingin bertanya kepada Anda wahai yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, Muqtada Ash-Shadr, bahwa sekumpulan lelaki dari pasukan Jaisyul Imam mengundang kami untuk menghadiri acara mut’ah berjamaah di salah satu husainiyah (tempat beribadah kaum Syiah). Mereka mengatakan bahwa pahala mut’ah secara berjamaah lebih banyak 70 kali dari mut’ah sendiri-sendiri. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya’qubi tentang mut’ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut’ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah. Maka apakah boleh kami mut’ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut’ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut’ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

Zainabiyah
Azhar Hasan al-Farthusi
Wakil Zainabiyyat
17 Syawal 1426 H

Jawaban

Bismihi Ta’ala.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.

Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.

Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.

Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H

[Muh. Istiqamah/lppimakassar]

18 comments:

  1. apa bedanya dengan bejatnya sex party??

    ReplyDelete
  2. otaknya tidak di pergunakan secara benar

    ReplyDelete
  3. astagfirullah,,,ajaran kalian benar2 sesat dan d luar akal sehat menjijikkan

    ReplyDelete
  4. nikah mut'ah itu sudah dihapuskan oleh rosulullah . . . jd tidak ada alasan untuk memulainya kembali

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Berlindunglah dari Allah atas perbuatan terkutuk itu.
      Seperti pelacuran/sex party yang dilegalkan atas nama imam

      Delete
    2. Astaghfirullah.. kenapa masih saja ada orang yang mau dipelacuri seperti itu ?? Masya Alloh.. otaknya bnar2 bundel !! Dsar syi'ah laknatullah !!!

      Delete
  6. Cek apa benar begitu. Kalau benar spt itu berarti sesat.

    ReplyDelete
  7. Saudara2ku mari kita perkuat ajaran Qur'an Sunnah. Untuk tahu bagaimana ajaran syiah, apakah ajaran tersebut benar atau salah, bisa baca Hitam dibalik Putih (Amin Muchtar), bantahan atas buku putih madzhab syiah. Disana dibahas kesesatan ajaran syiah berdasarkan kitab yang mereka buat sendiri....... intinya senjata makan tuan.... selamat membaca.......

    ReplyDelete
  8. Innalillahi....waspadalah whai saudaraku seiman dan seakidah dr bhaya smcam ini

    ReplyDelete
  9. Ajaran yg sesat...

    ReplyDelete
  10. sama ajj sama sex party , woi syiah aku mau ikut donk kalo gt lumayan gratis

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. Coba klu yg di Mut'ah adik anda..
      Bgm mnrut Anda..

      Delete
  12. Islam tidak memiliki aliran apapun...Islam hanya berpedoman kepada Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW...pedoman di luar dua hal itu sesat dan sangat menyesatkan...Syiah kaum terkutuk melebihi Yahudi...mengaku Islam tapi tidak berpedoman pada Alquran dan Hadist...kaum Syiah dibentuk hanya untuk menjadi bala tentara Dajjal...mohon yang mengaku Islam untuk lebih bijak dalam beribadah...

    ReplyDelete
  13. wahh parah ini..enak sekli asal menghalalkan begituan

    ReplyDelete

Powered by Blogger.