Header Ads

Aksi Bela Islam

Menolak Lupa Fitnah Keji Ahok terhadap EO Majlis Rasulullah


Pada akhir Oktober 2016, kaum Muslimin Indonesia akan kedatangan tamu mulia. Adalah Habib ‘Umar bin al-Hafidz dari Kota Tarim Yaman dijadwalkan mengunjungi negeri Indonesia yang diberkahi. Beliau akan menjadi pembicara utama di sejumlah acara yang digelar di Gedung Dala-il Khairat Jakarta Selatan Ahad (30/10) pagi, Yayasan al-Fachriyah Ahad (30/10) sore, dan puncaknya di Masjid Istiqlal pada Senin (31/10) malam.

Habib ‘Umar al-Hafidz adalah guru dari Habib Mundzir bin Fu’ad al-Musawwa sang pendiri Majlis Rasulullah. Ialah majlis yang mengajak kaum Muslimin untuk mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam seluruh aspek kehidupannya. Membincang Majlis Rasulullah (MR) adalah membicarakan kaum Muslimin Indonesia dan ormas terbesar Nusantara, Nahdhatul Ulama (NU). Ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling terkait, dan tak bisa dipisahkan satu dengan lainnya.

Kaum Muslimin, khususnya anggota Majlis Rasulullah yang anggotanya tersebar di berbagai penjuru, tentu tak bisa melupakan momen indah mengadakan acara Maulid Nabi atau Pengajian Akbar di Monumen Nasional (Monas). Di tempat itu, cinta dan doa tumpah ruah dalam tangis mendoakan negeri Indoesia agar kian diberkahi Allah Ta’ala.

Sayangnya, keindahan berdzikir berjamaah dengan ratusan ribu kaum Muslimin dan memanjatkan doa di salah satu ikon Indonesia itu hilang. Hanya tersisa kenangan.

Hal itu terjadi setelah laki-laki penghina surat al-Maidah 51 dengan tegas melarang pelaksanaan dzikir dan majlis akbar di Monas. Jika pelarangannya logis dan diterapkan secara adil, tentu tidak masalah. Menjadi perdebatan ketika ia, sebagai pemimpin tertinggi di DKI Jakarta melontarkan fitnah keji kepada event organizer penyelenggara Majlis Akbar di Monas tahun 2015 silam.





“Orang mau minta (izin) dzikir di monas, saya larang. Karena Bung Karno bilang, kalau mau dzikir ya di istiqlal.” ucap Ahok sebagaimana dilansir dalam tayangan youtube resmi Pemprov DKI Jakarta saat Tanya Jawab dengan WNI di Singapura 2015 lalu.

Padahal sebelumnya, izin menyelenggarakan dzikir di monas diberikan oleh Presiden SBY. Dan Ahok mengatakan, “Dulu saya juga kasih pinjem dzikir (di monas), tapi itu (monas) dimasuki untuk jualan PKL. Gak bisa dong. Itu EO-nya bisa dapat duit untuk nyewain lapak.”

Terkait fitnah kejinya ini, Ahok juga menceritakan tentang tawarannya agar dzikir dilakukan di Masjid Istiqlal. Kata Ahok, “Di Istiqlal mau gak? Kalau di Istiqlal, dagangan gak laku. (Sedangkankan) kalau di monas dagangan laku karena banyak yang jalan-jalan. Ya saya gak kasih (izin dzikir di monas).”

Fitnah keji Ahok ini bisa disaksikan di video berikut, pada menit 01:35-02:45.

Mirisnya, izin mengadakan acara maksiat awal tahun baru Masehi diberikan. Padahal, sampah bekas acara malam tahun baru Masehi jauh lebih banyak. Sementara mayoritas kaum Muslimin di DKI Jakarta dilarang, padahal mereka berdzikir untuk mendoakan Jakarta dan Indonesia Raya. [Om Pir/Tarbawia]




11 comments:

  1. Kalau menurut saya, AHOK menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika dzikir dilarang, seharusnya pesta pun dilarang. Karena alasannya adalah sampah dan orang jualan.

      Delete
    2. Ahok cari alasan sj, pandai ngomong dia emang

      Delete
    3. saudara kelana dzikir itu dilakukan dimana saja kapan saja, sepanjang waktu bagi yang beragama Islam

      Delete
  2. Kalau menurut saya, AHOK menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya.

    ReplyDelete
  3. Nempati kebencian pada islam ia xx...

    ReplyDelete
  4. Nempati kebencian pada islam ia xx...

    ReplyDelete
  5. Menurut saya,Ahok perlu diproses secara Hukum karena Ahok adalah penista Agama,penggusur,sumber waras dll.

    ReplyDelete
  6. Menurut saya,Ahok perlu diproses secara Hukum karena Ahok adalah penista Agama,penggusur,sumber waras dll.

    ReplyDelete
  7. Mereka ga senang dengan persatuan islam, dan mereka berpikir klo islam begitu bersatu akan sangat menakutkan mereka.

    ReplyDelete
  8. Mereka akan sangat tidak senang bila melihat islam bersatu

    ReplyDelete

Powered by Blogger.