Header Ads

Aksi Bela Islam

Penjarakan Ahok!

ilustrasi @Jurnalmuslim.com

Dai muda yang terbukti santun dan lembut dalam bertutur, Ustadz Salim A. Fillah, menyampaikan dengan gemuruh semangat, “Sepanjang sejarah, tiap kali Negeri ini dalam bahaya, ummat Islam berada di garis depan perjuangan.” 

“Hari ini,” lanjut sosok yang juga menjadi inisiator dan pengisi utama Majlis Jejak Nabi ini, “rasa kebangsaan kita dilukai oleh orang yang tak punya kepekaan tuk menjaga persatuan dengan menista Kitab Suci dan melecehkan 'ulama, bersamaan kezhalimannya pada wong cilik dan keberpihakannya pada wong licik.” 

Apa yang bisa kita tafsirkan terhadap suatu kondisi yang mendorong seorang dai santun dan lembut hingga turun tangan dan memberikan pernyataan yang galak?

Jika ayah atau guru Anda yang terkenal dan terbukti lembut, baik, dan sangat sabar turut merespons sebuah kejadian dengan keras, apakah yang bisa Anda jelaskan atas fenomena tersebut? 

Pertama, ada yang berlebihan. Setiap yang berlebihan akibatnya tidak pernah baik. Bahkan, kita dilarang bersikap berlebihan dalam beragama. Beragama sudah ada dosisnya. Harus dikerjakan dan diamalkan sebagaimana diperintahkannya. Tidak boleh sesuka hati. 

Apalagi terkait keburukan. Jika sedikit saja sudah sangat terlarang, bagaimana jika banyak dan berlebihan?Tentu harus ada yang turun tangan. Harus ada andil besar untuk mencegahnya agar tidak berkelanjutan. 

Kedua, orang-orang santun dan lembut memiliki kendali diri yang sangat baik. Ketika ia sudah memutuskan untuk terjun, tentu mereka sudah menggunakan hitungan yang sangat detail. Apalagi ketika ada banyak kalangan yang dilabeli sama (sebagai ustadz atau tokoh masyarakat) yang justru bertindak membela sosok yang nyata menghina al-Qur’an al-Karim.

Perhitungan detail ini, bisa jadi sebuah keputusan hidup yang muaranya adalah jawaban atas pertanyaan di akhirat, “Ketika ada seorang Gubernur di Negerimu yang sangat nyata menghina Kalam Suci-Ku, apa yang sudah kamu lakukan untuk membelanya?” 





Pikirkan baik-baik saat kelak, pertanyaan itu benar-benar disampaikan kepada kita di akhirat. Sanggupkah sampaikan jawaban? Apa yang hendak Anda sampaikan di hadapan Zat Yang Maha Mengetahui yang nyata atau tersembunyi? 

Kami percaya pada para ustadz, kiyai, dan ‘ulama yang membela Islam, al-Qur’an, dan kaum Muslimin. Kami bermakmum di belakang Habieb Rizieq Syihab, Ustadz Bachtiar Nasir, Kiyai Haji Ma’ruf Amin, Kiyaih Haji Muhammad Arifin Ilham, Ustadz Salim A. Fillah, dan para masyayikh lainnya dalam kasus penistaan al-Qur’an al-Karim ini. 

Penjarakan Ahok! 

Wallahu a’lam. [Om Pir/Tarbawia]




No comments

Powered by Blogger.