Atas Kuasa Allah, Fitnah kepada Aa Gym Ini Terbongkar

Aa Gym


Di era digital seperti sekarang ini, kita harus bersikap waspada. Jangan lekas menelan sebuah informasi. Jangan pula segera memuntahkannya. Terima dengan pikiran dan hati yang lapang. Cerna maknanya. Konfirmasikan dengan yang bersangkutan.


Jika pun benar, semua informasi tidak harus segera dibagikan. Ada informasi yang hanya bermanfaat untuk kita dan beberapa gelintir orang, tapi menjadi sampah bahkan masalah bagi pihak lain. Di sini, kedewasaan kita sebagai individu sangat dibutuhkan. Kedewasaan seseorang dalam berpikir menjadi salah satu faktor utama yang menyelamatkannya dari badai informasi yang kian ganas.
Media pemuat broadcast palsu Aa Gym, posting sudah dihapus

Siapa yang asal membagikan sebuah informasi sebelum nyata kevalidannya, siap-siaplah menuai bencana. Hoax. Itu nyata. Dan sangat mengancam keselamatan pengguna informasi. Mirisnya, hoax ini mengalir dengan sangat deras, bahkan sengaja disebar oleh akun-akun pengeruh peradaban.

Aa Gym dan Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan korban terbaru. Dua orang baik dan shalih ini diberitakan oleh sebuah broadcast tengah melakukan pembicaraan sesaat sebelum live di TV One sebelum acara Indonesia Lawyer Club (ILC) 'Setelah 411' pada Selasa (8/11) malam.

Klarifikasi Aa Gym dan Pesantren DT
Berita itu sangat bombastis. Diberi judul 'Pembicaraan Aa Gym dan Jenderal Gatot Nurmantyo di Belakang Studio Sesaat Sebelum Live di TV One Dimulai'.


Saking hebohnya isi broadcast ini, banyak media yang memuatnya. Dalam penelusuran kami, ada beberapa media online yang cukup akrab di dunia netizen turut memostingnya. Sayangnya, berita itu sudah mereka hapus, tanpa konfirmasi atau permintaan maaf.

Atas kuasa Allah Ta'ala, berita itu sampai kepada Pengurus Pesantren Daarut Tauhid, kemudian dikonfirmasikan langsung kepada Kiyai Haji Abdullah Gymnastiar. Dalam klarifikasi resminya ini, Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini menyampaikan, "Ini klarifikasi atas berita palsu yang tersebar, Alloh pasti tahu siapa pembuat kebohongan ini, dan pasti (ada) balasannya. Semoga segera bertobat." [Om Pir/Tarbawia]




Powered by Blogger.