Header Ads

Aksi Bela Islam

Dikritik PBNU, Jawaban Jokowi Mengagumkan

Jokowi kunjungi PBNU @Papua - Bisnis.com
Sebagai respons atas konferensi pers yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (5/11) dini hari terkait adanya aktor politik dalam Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara II pada Jum'at (4/11), Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) mengeluarkan sikap resmi dalam satu lembar surat berjudul 'Saatnya Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat'.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Said Aqil Siroj, MA ini, PBNU mengapresiasi Aksi Damai 411 sebagai wahana yang legal dan dijamin undang-undang. Menurut PBNU, pemerintah tidak perlu menunjuk adanya aktor politik dalam kericuhan yang terjadi di ujung aksi.

Sebaliknya, pemerintah harus mengambil pelajaran dan melakukan upaya intensif untuk mendinginkan suasana.

PBNU juga menyoroti lambannya pemerintah dalam menyikapi aksi ini sehingga berbuntut panjang. "Mendesak pemerintah untuk melakukan dialog yang lebih intensif dengan seluruh lintas tokoh pemuka agama sehingga terbangun suasana yang kondusif," rilis surat tersebut.

Atas kritik yang dilayangkan PBNU tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan responsnya dalam kunjungannya ke Kantor PP Muhammadiyah, Selasa, 8 November 2016. "Saya kira itu masukan bagus. Apa yang belum baik akan kami perbaiki dan apa yang belum bagus akan kami benahi," ujar Jokowi sebagaimana dilansir Tempo Selasa (8/11) siang.

Jokowi juga menegaskan keterbatasannya sebagai manusia biasa yang tidak bebas dari kekeliruan.

"Saya kira, saya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan, yang penuh kekurangan. Harap dimaklumi dan dimaafkan," pungkas pria yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini. [Om Pir/Tarbawia]

No comments

Powered by Blogger.