Header Ads

Hanya Undang 3 Ormas terkait Demo 4 November, Jokowi Terkesan Pecah Belah Umat Islam

Jokowi undang ormas Islam @detik

Presiden Joko Widodo mengundang tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa siang (1/11/2016) pukul 11:00 WIB di Istana Negara. Dalam pertemuan resmi tersebut, Presiden Jokowi ingin mengonfirmasi terkait rencana Aksi Bela Islam dan Bela Negara II di Jakarta (4/11/2016).

Tiga ormas yang diundang adalah Pengurus Pusat Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), dan Majlis Ulama Indonesia (MUI). Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dan salah satu yang hadir di pertemuan tersebut, Dahnil Anzar Simanjuntak menyayangkan sikap Presiden yang hanya mengundang tiga ormas.

"Mengapa saudara-saudara kami yang ingin memobilisir demo itu tidak diundang juga? Saya kira alangkah baik(nya) dan arifnya jika mereka diundang dan diajak berdialog. Tidak cuma kami." tulis Dahnil dalam akun resmi facebooknya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memulai dengan menyampaikan sambutan. Dilanjutkan dengan tanya jawab (respons) dari undangan yang terdiri dari sekitar 30 orang perwakilan 3 ormas, kemudian Presiden menyampaikan respons balik.





Ketua MUI, Kiyai Haji Ma'ruf Amin, menyampaikan keterangan, "Kita menghadapi isu-isu yang menyangkut peristiwa pernyataan Gubernur DKI di Pulau Seribu yang berkembang tidak menentu yang kemudian dikaitkan berbagai masalah yang tidak proporsional lagi dan di luar konteks,”

"Supaya ini diproses secara terhormat secara proporsional melalui proses hukum,"
 terang KH Ma'ruf Amin sebagaimana dilansir Jawapos (1/11/2016)

Dalam kesempatan tersebut Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak melindungi Ahok. Pertemuannya dengan penista al-Qur'an itu hanya sebatas Presiden dan Gubernur. Ia juga menegaskan akan turun tangan jika proses hukum berjalan dengan tidak benar.

"Sebagai Presiden saya tidak akan melakukan intervensi apapun terhadap proses hukum. Kalau tidak berjalan dengan baik, baru saya turun tangan. Saya tidak melindungi Ahok. Saya bertemu dengan Ahok dalam kaitan sebagai Presiden dan Gubernur saja." ungkap Dahnil mengutip pernyataan Jokowi dalam pertemuan tersebut. [Om Pir/Tarbawia]




Powered by Blogger.