Header Ads

Aksi Bela Islam

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Beberkan Dampak Mengerikan terkait Kasus Ahok

Dahnil Anzar Simanjuntak @Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Kaum Muslimin dan bangsa Indonesia sedang menunggu hasil pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta.

MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa ucapan Ahok termasuk penistaan terhadap agama karena menafsirkan ajaran agama lain dengan kalimat pejoratif. Penistaan itu makin bertambah karena dilakukan saat Ahok mengenakan pakaian dinas Gubernur DKI.

Mengingatkan pihak kepolisian, Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah angkat suara. Pihaknya berharap agar polisi berhati-hati dan bersikap cermat dalam memeriksa kasus ini. Sebab, jika tidak cermat, keberagaman dan Pancasila akan terancam. 

Hal ini terjadi ketika kepolisian memutuskan bahwa tindakan Ahok bukan merupakan penistaan terhadap agama. "Akan banyak orang menggunakan kata-kata yang sama dengan Ahok untuk menghina agama lain," rilis Republika, Kamis (10/11) mengutip penjelasan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. 

"Coba bayangkan, nanti kalau misalnya polisi memutuskan apa yang dilakukan Ahok itu bukan penistaan agama," kata Dahnil saat diskusi publik di Gedung PP Muhammadiyah, Kamis (10/11). 



Akan lahir pihak-pihak selanjutnya yang meniru perbuatan Ahok dan merasa tidak takut, sebab saat Ahok melakukannya bukan termasuk penistaan terhadap agama. Jika hal ini dilakukan secara kumulatif, Indonesia, Pancasila, dan keragaman terancam.

Intoleransi akan semakin menyeruak. Masing-masing penganut agama akan bertindak seenaknya sendiri mengatakan ketidakbenaran terhadap agama lain tanpa merasa bersalah dan dengan jabatan publik, sebab sudah ada contohnya.
Dahnil menegaskan, ini merupakan ancaman yang sangat serius. Apalagi di negeri seperti Indonesia yang menganut banyak agama, budaya, bahasa, ras, dan suku. 

"Kita harus mengingatkan semua tokoh publik, politisi, tokoh agama itu untuk menggunakan lisannya dengan baik, tidak ceroboh, apa yang dilakukan Ahok lisannya ugal-ugalan, itu kemudian rambu-rambu etika dilanggar," pungkasnya.[Om Pir/Tarbawia]

1 comment:

  1. Perbuatan satu orang ini semenjak kemunculannya di DKI selalu memicu kegaduhan, tidak sepadan kontribusi kepemimpinan dengan dampak keutuhan NKRI, membahayakan masa depan bangsa,karena mulut jamban yang diumbar tidak terkontrol, Astaghfirullohaladziim

    ReplyDelete

Powered by Blogger.