Header Ads

Aksi Bela Islam

Sebut Kanjeng Nabi Malu Punya Keturunan seperti Habieb Rizieq, Netizen Ini Dibullly

Habie Rizieq Syihab Lc MA dalam Aksi Damai 4/11 @Abu Sufyan AF

Habieb Rizieq Syihab Lc MA menjadi buah bibir dalam beberapa bulan terakhir. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) ini berada di dalam garis depan dalam Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara (jilid I dan II).

Dalam Aksi Damai II pada Jum'at (4/11) lalu, Habieb Rizie Syihab memimpin jutaan kaum Muslimin dengan sebaik-baik kepemimpinan. Bukan hanya tak lelah bakar semangat juang peserta aksi, Habieb Rizieq juga tidak gentar atau tumbang secuil pun saat petugas keamanan tembakkan gas peluru.


Atas peristiwa tersebut, Tarbawia mengutip penjelasa Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham bahwa Habieb Rizieq diberi karomah oleh Allah Ta'ala berupa kekuatan lantaran iman dan taqwa yang bersemayam di dalam diri pria kelahiran Jakarta ini.

Dalam postingan tersebut (Baca: ) ada ribuan komentar. Kami menemukan satu komentar yang paling rame dan kontra dari seorang netizen.

Adalah akun bernama Muhammad Taufiq menulis komentar bernada menghina, "Riziq sihab itu provokator.. Sungguh malu kanjeng Nabi mempunyai keturunan seperti dia."


Berdasarkan penulusuran kami, komentar tersebut termasuk yang paling banyak dikomentari. Ada sekitar 40 balasan komentar dengan nada beragam, tetapi lebih banyak yang kontra dengan komentar Muhammad Taufiq.

"Nama Muhammad, kelakuan munafiq," tulis Erlan Suherlan. 

Pembelaan lain juga dialamatkan kepada Habieb Rizieq dari netizen bernama Hady Hady. "Kalau gak ada beliau, seenaknya kaum kafir menghina Islam." ujarnya.

Komentar lain disampaikan oleh Haris Kurniawan. Katanya, "Eh Taufik, lebih parah lagi keturunan siapa lo? Dah sana ganti nama lo. Malu sama nama yang berpasangan dengan 'Taufik-Hidayah'."

Tidak terima, Muhammad Taufiq pun membalas. Tulisnya dengan nada emosi, "Kalian benar-benar sudah buta. Tak layak tinggal di Indonesia."

Apakah ada yang berkomentar terhadap komentar Muhammad Taufiq juga? :D

Wallahu a'lam. [Om Pir/Tarbawia]

No comments

Powered by Blogger.