Header Ads

Aksi Bela Islam

Sebut Bom Samarinda Ganjil, Alasan MUI Sangat Logis

Personel Brimob Polda Kaltim amankan Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11) @Republika
Ledakan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur pada Ahad (13/11). Lima orang terluka. Empat di antaranya anak-anak. Satu anak dinyatakan meninggal dunia.

Aksi ini mendapatkan reaksi keras dari berbagai pihak. Selain pemerintah dan kalangan mahasiswa, kecaman juga disampaikan oleh Majlis Ulama Indonesia melalui Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnain.

Pihaknya menyebutkan, terorisme merupakan tindakan haram dan tidak seharusnya ada. Kiyai Tengku Zulkarnain juga menyampaikan sejumlah pengamatannya, terkait keganjilan aksi.


"Ada sesuatu yang ganjil. Ya masa ada pengebom bawa KTP. Kalau orang bunuh diri mana mau dia bawa identitas," kata Tengku sebagaimana dilansir Republika, Senin (14/11).

Oleh karenanya, ia berharap pihak keamanan melakukan pemeriksaan secara tepat, transaparan, dan benar. Sebab jika tidak transpasaran dan profesional, hal itu bisa menyebabkan gejolak di masyarakat.

"Jadi polisi harus bertindak transparan, profesional dan tegas. Jangan dimanfaatkan oleh 'penghianat bangsa' yang mau memanfaatkan situasi mengadu domba bangsa ini," lanjut Tengku.

Banyak pihak berspekulasi terkait aksi bom di Samarinda ini. Apalagi isunya berdekatan dengan #AksiDamai411 dan kaos yang bertuliskan 'Jihad Way of Life' oleh pelaku pengeboman. [Om Pir/Tarbawia]

4 comments:

  1. banyak yg menaruh curiga. tetapi itu kembali ke pihak penyidik. dan saya termasuk orang yg mementahkan kejadian itu. sayangnya pelakunya sdh di bunuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manada dibunuh, ditangkap siih iya...kita tunggu sj hasil investigasi nya, tx

      Delete
  2. mau ngebom pakai kaos jihad,...dunia panggung sandiwara,...yg jadi korban juga anak bangsa..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.