Header Ads

Aksi Bela Islam

Sesalkan Mulut-mulut Orang Islam yang Bela Penista Agama, Argumen Mantan Ketum PP Muhammadiyah Ini Mencengangkan

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok melakukan penistaan terhadap agama Islam di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta. Apa yang dilakukan oleh Ahok ini merupakan tindakan yang mengancam kemajemukan yang ada di Indonesia.

"Kemajemukan adalah sebuah kepastian, keniscayaan, di Negara yang memang majemuk secara agama, suku, bahasa, dan budaya. Oleh karena itu, siap berdampingan secara damai itu penting. Di dalamnya ada toleransi, tenggang rasa," jelas Din Syamsuddin dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu.

Toleransi bermakna pula tidak memasuki wilayah agama lain. "Termasuk untuk tidak menyinggung keyakinan orang lain," lanjut Din.

Karenanya, yang dilakukan oleh Ahok merupakan tindakan intoleransi dan mengancam kemajemukan bangsa serta mengganggu ketenteraman. "Apa yang dilakukan oleh Ahok, bukan hanya di Kepulauan Seribu. Sebelumnya saya dapat video-video yang banyak. Dia secara berani memasuki wilayah dan keyakinan orang lain. Ini mengganggu toleransi. Ini mengganggu kemajemukan kita," tegas Din, bertenaga.

Sayangnya, pemerintah lamban menyikapi kasus ini hingga menggelinding bak bola salju yang kian membesar. Banyak juga pembelokkan fakta yang berakibat pada hadirnya wacana kontra-produktif. 

"Maka ketika yang dituduh justru yang mempersoalkan Ahok, ini menjadi satu wacana kontra-produktif. Karena sumbernya adalah apa yang disebut oleh Ahok itu dan tidak bisa diingkari, (yang dilakukan Ahok merupakan) penistaan Agama," terang mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.

Pihaknya menjelaskan alasannya hingga Ahok disebut menistakan agama. "Karena memberikan judgment, penilaian, terhadap tafsir orang lain. Katakanlah itu (Al-Maidah ayat 51) multitafsir, tapi itu tidak boleh. Apalagi bukan satu agama. Apalagi dengan kalimat peyoratif, dibodohi," terang Din, gamblang.

Sayangnya, apa yang dilakukan oleh Ahok ini dibela oleh segelintir kaum Muslimin sehingga berakibat pada masalah yang lebih besar. "Ketika itu kemudian dibela-bela pakai mulut-mulut orang Islam, ini mengkristalkan reaksi. Sebenarnya yang anti toleransi yang pertama ini (memasuki wilayah agama lain)," tutur salah satu penasihat MUI Pusat ini.

Alasan dikategorikannya tindakan Ahok sebagai penistaan agama semakin lengkap ketika ia berbicara sebagai seorang Gubernur DKI. "Apalagi, dia (Ahok) pejabat publik," pungkas Din.

Menurutnya, pejabat publik harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat. [Om Pir/Tarbawia]

No comments

Powered by Blogger.