Header Ads

Aksi Bela Islam

Terbongkarnya Klaim Pemerintah Myanmar Terkait 'Pembersihan' Etnis Rohingnya

Konflik di Rohingya @CNN Indonesia
Kabar duka kembali menyambangi kaum Muslimin di berbagai belahan dunia. Kaum Muslimin adalah satu tubuh. Jika ada anggota badan yang terluka, maka anggota badan lain ikut merasakan sakitnya.

Rohingya kembali berdarah-darah. Berbagai video dan gambar tersebar di media sosial, meski media cetak dan siar Nasional masih sedikit yang bersuara. Sebagian gambar dan tayangan itu hoax, tapi sebagian lainnya benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kasus Rohingya bukan hal yang baru. Bermula dari Pemerintah Myanmar yang enggan mengakui mereka sebagai keturunan Myanmar, tapi menyebut Rohingnya sebagai bagian dari Bangladesh. Sementara itu, Pemerintah Bangladesh tidak pula mengakui karena secara teritorial, Etnis Rohingya yang sebagian besar beragama Islam lama menetap di wilayah Myanmar.

Dalam kekacauan dan cekam jiwa yang terjadi baru-baru ini, Pemerintah Myanmar kembali melakukan kebohongan. Mereka mengklaim, jumlah rumah yang rata dengan tanah karena dibakar hanya 300-an bangunan.

"Jumlah rumah warga Rohingya yang hancur ini bertentangan dengan klaim pemerintah yang mengatakan "hanya" ada 300 bangunan yang dirusak,"  lansir CNN Indonesia memberitakan, Senin (21/11/16).

Padahal, berdasarkan data dari Human Rights Watch (HRW) dalam laporannya, Senin (21/11), ada sekitar 1.250 bangunan milik warga Rohingya yang hancur akibat terbakar atau ambruk. Penyebabnya adalah serangan militer atau warga di distrik Maungdauw, Rakhine, antara 10-18 November 2016. [Om Pir/Tarbawia]

No comments

Powered by Blogger.