[Foto] Hoax Aksi 212; Awas Dituduh Tukang Fitnah

Foto Hoax Aksi 212




Aksi Bela Islam III sukses dihelat di Monas Jakarta pada Jum'at (2/12/16). Beredar banyak foto dan video aksi 212 yang dihadiri oleh enam juta kaum Muslimin dan bangsa Indonesia itu. Puja-puji juga dialamatkan kepada kaum Muslimin. Presiden Joko Widodo resmi hadir dan sampaikan terimakasih atas doa dan kedamaian sepanjang acara.


Sayangnya, berdasarkan pengamatan Tarbawia, ada beberapa netizen yang menggunakan cara salah dalam menyebarkan kebaikan aksi 212 ini. Entah karena ketidaktahuan, atau kesengajaan. Mereka menyebar foto-foto hoax yang dinisbatkan pada aksi 212 di Monas, padahal foto tersebut bukan aksi 212, merupakan foto kegiatan di luar negeri, bahkan sudah beredar sangat lama.

Foto Wukuf di Arafah

Seorang netizen mengunggah foto ini. Ia mengatakan, foto ini bukan di Saudi Arabia saat haji, tapi di Indonesia saat aksi damai 212. Padahal sebaliknya. Foto ini diunggah beberapa waktu yang lalu, bahkan ada yang sudah mempostingnya sebelum tahun 2016. 

Ini bukan foto aksi 212, tapi foto Wukuf di Arafah Arab Saudi dalam rangkaian ibadah haji.

Unggahan awal di Arafah

Unggahan netizen yang dinisbatkan kepada aksi 212 di Jakarta
Perhatikan. Dua foto berikut serupa. Ini di Arafah, bukan di Monas.

Jamaah Shalat di Asia Selatan

Foto kedua menunjukkan kaum Muslimin berbaris rapi dalam shalat. Netizen yang mengunggahnya menyatakan bahwa foto ini merupakan pemandangan dari atas saat peserta aksi 212 mendirikan shalat Jum'at di Monas.

Padahal, dalam penelusuran Tarbawia, foto ini pertama diunggah di Asia Selatan, antara India, Pakistan, atau daerah lain di sekitar sana. Bahkan, ada netizen yang mengunggah foto ini sejak 2014.

Foto ini dinisbatkan sebagai pesrta aksi 212. Padahal bukan.

Foto asli. Diunggah oleh netizen di India pada 27 Juli 2016. Bahkan ada yang sudah mengunggahnya di tahun 2014

Hendaknya kaum Muslimin teliti dan cermat dalam menyikapi setiap informasi. Pastikan kebenarannya sebelum membagikan kepada netizen lain. Agar tidak dituduh tukang fitnah dan hobi klaim. [Tarbawia/Om Pir]
Powered by Blogger.