Hampir Tidak Ada Pemberitaan, Beginilah Kondisi Memprihatinkan Kaum Muslimin di Aleppo

Warga sipil di Aleppo Suriah yang hendak mengungsi (Maimon Herawati-FB)


Pemberitaan terkait kekejian rezim zhalim dan sekutunya di Suriah relatif sedikit, bahkan mendekati tidak ada di media-media Nasional Negeri ini. Hanya beberapa gelintir media yang menyampaikan warta, itu pun dengan porsi yang amat sedikit.

Kaum Muslimin Nusantara pun relatif sukar mendapatkan info yang sebenarnya karena minimnya pemberitaan. Beruntungnya, masih ada orang-orang yang peduli atas nama kemanusiaan yang universal, dan itu selaras dengan nilai Islam.

Aleppo sangat memprihatinkan. Aleppo begitu mengkhawatirkan. Kekejian dan pembantaian di Aleppo bukan dongeng atau imajinasi fiksi. Ialah kenyataan yang mustahil diingkari oleh siapa pun yang jernih hatinya.

"Suhu tadi pagi -6 derajat celcius, cukup mematikan jika terpapar terus menunggu bus yang tak juga datang. Masih puluhan ribu (warga sipil) di Aleppo Timur. Lima ribu sudah sampai di tempat aman dan diterima Turki," tulis aktivis kemanusiaan Internasional, Maimon Herawati melalui akun fesbuknya.



Warga sipil yang hendak mengungsi bukan hanya dihalangi, melainkan dikembalikan dengan paksa ke daerah yang dibombardir. Bagi siapa yang melawan paksaan untuk kembali ke daerahnya, ancaman kematian amat nyata di hadapannya.

"Mengeksekusi warga sipil di depan istrinya yang hamil dan menahan istrinya. Ini karena sang suami protes saat disuruh berbalik arah menuju Aleppo Timur," lanjut Maimon, Sabtu (17/12/16) siang.

Kondisi ini semakin parah saat dunia bisu. Lembaga Internasional sedikit sekali bergerak. Semua tidak peduli, saat kaum Muslimin menjadi objek kekejian dan kezhaliman. [Tarbawia/Om Pir]



Powered by Blogger.