Header Ads

Keajaiban Hadits Ini Terbukti Nyata dalam Deretan Dusta Si Penista Al-Qur'an

Ahok (ilustrasi)





Bagaikan jamur di musim penghujan. Tumbuh satu berkembang biak menjadi banyak, berlimpah, tiada terbilang. Seperti itulah sifat dusta. Seperti itulah kebohongan.


Berbohong ialah bertutur tidak sebagaimana faktanya. Setara dengan berdusta. Menyengaja. Karena ada misi di balik kedustaan dan kebohongannya. Jika tiada niat, ianya bukan dusta, bukan bohong. Dan pasti, tidak akan diulangi.

Si Penista Al-Qur'an berdusta berulang kali. Entah berapa banyak. Tiada yang mampu menghitungnya secara pasti, kecuali malaikat pencatat amal yang ditugaskan oleh Allah Ta'ala.

Dalam satu kali pembacaan nota keberatan di sidang perdananya terkait kasus penistaan agama di Pengadilan Negeri Jakart Pusat, Selasa (13/12/16) lalu saja, terbongkar banyak sekali dusta. Berkelindan. Terus menerus. Berkelanjutan. Tak ada habisnya.

Dusta sekali. Dua kali. Seterusnya. Satu dusta akan ditutupi dengan dusta kedua. Dusta kedua diadakan untuk menangkis dusta perdana.

Soal dusta si Penista Al-Qur'an ini, kiranya kita semakin memahami keajaiban hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Kejadian yang kini terbuka ini bukanlah hal baru. Sebab, apa yang disampaikan oleh sang Nabi belasan abad lalu, kini benar-benar terbukti. Amat nyata.

ان الفجوريهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا

"Sesungguhnya dusta membawa pada kedurhakaan. Dan seseorang yang berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumallahu Ta'ala. Dikutip oleh Dr Ali Hasyimi dalam buku Membentuk Pribadi Muslim Ideal menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Perhatikanlah keajaiban hadits ini. Sekali berdusta, seseorang akan berduata untuk kedua kalinya. Ia tidak akan berhenti sebelum tercatat sebagai pendusta. Atau jika ia bersungguh-sungguh untuk bertaubat kepada Allah Ta'ala dengan masuk ke dalam Islam yang mulia. [Tarbawia/Om Pir]
Powered by Blogger.