Satu-satunya Rahasia Keberhasilan Gemilang Aksi 212 yang Luput Diperhatikan Banyak Pengamat


Aksi Bela Islam III atau aksi 212 tercatat sebagai aksi paling gemilang dalam sejarah bangsa Indonesia. Jutaan manusia berkumpul dalam satu lokasi, padat, sesak, tetapi teratur, rapih, damai, dan berakhir tanpa satu pun kekacauan atau kericuhan.

Sedangkan Aksi Bela Islam II atau aksi 411 sedikit tercoreng karena ulah provokator hingga menelan satu korban yang insya Allah syahid. Selain itu, di aksi 411, Presiden enggan menemui kaum Muslimin dan memilih 'mblusuk' ke Bandara.

Apa yang membedakan kedua aksi ini? Ternyata, rahasianya hanya satu.

Dalam aksi 411 kaum Muslimin memulai dengan shalat Jum'at di Masjid Istiqlal Jakarta dilanjutkan dengan long march menuju Istana Negara. Di sepanjang perjalanan diisi dengan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dzikir dan doa, dilanjutkan orasi oleh beberapa tokoh dari lembaga legislatif.

Sebelum itu juga beredar kabar. Jika Ahok yang dituntut tidak ditahan hari itu juga, massa memutuskan berpindah ke gedung DPR/MPR RI dan menginap di sana.

Hasilnya, atas ulah provokator, aksi 411 berakhir dengan penembakan oleh aparat keamanan kepada ulama, kiyai, habaib, dan kaum Muslimin di depan Istana Negara.

Sedangkan pada aksi 212, kaum Muslimin memulainya sejak pagi bahkan malamnya di Masjid Istiqlal secara individu. Sekitar pukul 08:00 WIB pagi hari, acara dibuka secara resmi. Dimulai dengan bacaan basmalah, hamdalah, surat Al-Fatihah, dan taujih dari banyak Habaib, ulama, dan kiyai.

Ada pula pembacaan ayat Suci Al-Qur'an, awal surat Al-Kahfi oleh Syeikh Ali Jaber, dzikir dan doa oleh KH M Arifin Ilham, taujih Rabbani oleh KH Bachtiar Nasir dan KH Zaitun Rasmin, pembacaan rawi Maulid Nabi oleh para habaib, shalawat Nabi, nasyid pembangkit semangat, dan lagu-lagu Nasional pun dikumandangkan.

Acara bertajuk gelar sajadah dan doa bersama ini diakhiri dengan shalat Jum'at berjamaah yang air wudhunya langsung dikirimkan dari langit. Khatib Habib Rizieq Syihab juga menyampaikan khutbah yang menggetarkan jiwa dan membangkitkan kesadaran kaum Muslimin agar semakin taat dan taqwa kepada Allah Ta'ala.

Tak ketinggalan, ada KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym yang sejukkan suasana dengan taujih khasnya. Aa Gym hadir dengan ketegasan yang berbungkus kesantunan nan lembut. Diakhiri dengan shalat Jum'at yang panjang karena pembacaan Qunut Nazilah di rakaat kedua yang menguras air mata.

Dimana bedanya? Apa kunci keberhasilan dari aksi 212?

Di aksi 212, kaum Muslimin mengetuk pintu langit, dan Allah Ta'ala kirimkan banyak sekali kemenangan yang gemilang. Bahkan Presiden yang dari awal menolak hadir tiba-tiba digerakkan untuk hadir, shalat Jum'at berjamaah, dan diberi panggung untuk sampaikan sambutan.

Presiden tidak sendiri. Ia bersam Wapres, beberapa Menteri Kabinet dan Panglima TNI.

Sedangkan dalam aksi 411, Allah Ta'ala berikan peringatan selain keberhasilan yang didapatkan. Kaum Muslimin mengetuk pintu Istana Negara. Eh, penghuni Istana malah jalan ke Bandara.

Di dalam kedua aksi itu, Allah Ta'ala karuniakan banyak sekali hikmah dan kemenangan yang hanya bisa dipahami dan dirasakan oleh mereka yang benar-benar tulus gunakan nuraninya.

Hikmah besarnya, datangi Allah Ta'ala, Dia akan berikan semuanya. Jangan datangi makhluk, apalagi yg sudah biasa mengecewakan sesama bahkan rakyatnya. [Tarbawia/Om Pir]
Powered by Blogger.