Header Ads

Beda Dalam Madzhab, Bersatu Dalam Politik

Jamaah Subuh 151 dan PPI di Masjid Al-Azhar Jaksel membludak (Yan Harlan)

Pengajian Politik Islam (PPI) yang diinisiasi oleh KH M Cholil Ridwan memasuki episode ketujuh pada Ahad (15/1/17). Pengajian ini diselenggarakan secara khusus untuk membedah kejadian politik terkini di Tanah Air sekaligus memahamkan kaum Muslimin tentang pentingnya berpolitik secara Islam.

Dalam PPI ketujuh ini, panitia mengambil tema 'Beda Dalam Madzhab Bersatu Dalam Politik'. Sejumlah tokoh Nasional hadiri acara yang diawali dengan shalat Subuh berjamaah ini.

Diantara tokoh Nasional yang hadir adalah Prabowo Subianto, Mantan Ketua MK Hamdan Zoleva, Mantan Ketua MPR Amien Rais, Anies Rasyid Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI serta tokoh-tokoh lainnya.

Ribuan kaum Muslimin juga memadati Masjid Al-Azhar yang dijadikan sebagai markas PPI. Jamaah memadati seluruh ruangan masjid bahkan meluber hingga ke samping kanan, sebelah kiri, halaman masjid, dan ke jalan-jalan sekitar masjid.

Banyak pihak berharap, kajian-kajian politik Islam harus ditumbuhsuburkan, agar kaum Muslimin tidak buta politik hingga tertipu dengan politikus-politikus busuk yang terkesan merakyat tetapi menipu bahkan menghancurkan rakyat dengan kebijakan-kebijakannya.

Selain rutin diselenggarakan, PPI ketujuh ini juga dijadikan wasilah oleh GNPF MUI untuk menjaga spirit 212. Spirit yang mempersatukan kaum Muslimin lintas madzhab untuk menyatakan satu suara di bawah panji Islam yang cinta Tanah Air. [Tarbawia/Om Pir]
Powered by Blogger.