Header Ads

Dituduh Bermuatan Politik Saat Ceramah di Kepulauan Seribu, Jawaban Aa Gym Bungkam Pemfitnah

KH Abdullah Gymnastiar (ilustrasi)




Pimpinan sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kiyai Haji Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym hadir sebagai penceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu DKI Jakarta pada Senin (9/1/17).


Meski untuk urusan dakwah dalam rangka mengenang dan meneladani Nabi Muhammad yang mulia akhlaknya, ada pihak-pihak yang tidak suka dengan kehadiran Aa Gym. Diantara mereka ada yang mengembuskan kabar penolakan segelintir oknum terhadap kehadiran Aa Gym.

Padahal dalam berbagai tayangan live streaming yang ditampilkan di fans page facebook resmi Aa Gym, ibu-ibu yang hadir di acara Maulid Nabi berdatangan dengan senyum, canda, dan tawa. Bahkan, panitia menyebutkan, sekitar 3.000 kaum Muslimin hadiri acara tersebut.

Selain isu penolakan, ada pula oknum dan segelintir kelompok massa yang menyebut kehadiran Aa Gym sebagai penceramah bermuatan politik. Atas tuduhan tak berdasar ini, Aa Gym menyampaikan jawaban dengan santai dan berhasil membungkan tuduhan tersebut.

"Saya kan bukan orang politik-politikan ya. Justru jangan dipolitisasi oleh orang yang mempunyai kepentingan sendiri. Jangan-jangan acara tabligh ini dipakai oleh orang-orang yang cari kesempatan untuk mengangkat kepentingan mereka," ujar Aa Gym sebagaimana dimuat oleh Republika, Senin (9/1/17).

Terkait isu penolakan sebagian kecil masyarakat, Aa Gym juga menanggapinya dengan santai. Menurut Aa, hal-hal seperti itu tidak perlu ditanggapi dengan emosi, cukup dijadikan pelajaran dan tetap berpikir dengan kepala dingin.

Apalagi, menurut Aa Gym, kedatangannya sebagai penceramah bukan atas kemauan dirinya, tetapi atas undangan panitia dari Pulau Pramuka Kepulauan Seribu. Ada perwakilan panitia yang hadir ke Pesantren Daarut Tauhid dan meminta Aa Gym menjadi pembicara dalam acara Maulid Nabi tersebut. [Tarbawia/Om Pir]
Powered by Blogger.