Sindir Telak Penguasa, Aa Gym Tuturkan Hikayat Kakek dan Khalifah

Aa Gym (ilustrasi)

KH Abdullah Gymnastiar mengeluarkan jurus pamungkasnya untuk menyindir pemangku jabatan di negeri ini. Dengan gayanya yang khas, santun dan jenaka, Aa Gym menuturkan hikayat kakek dan khalifah yang sarat makna, namun berhasil menerbitkan tawa seisi ruangan. Menyindir halus mereka yang memiliki jabatan di Negeri ini.

Saya jadi ingat kakek-kakek. Dia menggali tanah, menanam kurma. Sampai gemetar (karena tenaganya lemah). 

"Kek, Kakek sudah tua menanam kurma, kurma tumbuh Kakeknya meninggal, kapan makan kurmanya?" tanya Khalifah. 

“Bukankah kita makan kurma sekarang karena jasa orang-orang terdahulu yang sudah tiada? Bukankah kita menikmati kurma sekarang karena menikmati jasa orang terdahulu? Lalu mengapa kita tidak menanam untuk masa yang akan datang (anak-cucu kita)?” jawab Kakek.

Khalifah terpesona, "Ya Allah, ini Kakek-kakek benar. Bukankah sekarang saya dapat kerajaan juga karena warisan dari pendahulu saya?"

“Kek, Kakek benar.” tutur Khalifah. 

“Hai Pengawal, ambilkan uang. Dua kantong dinar.” perintah Khalifah kepada Pengawal. 

“Kek, terimalah ini sebagai rasa syukur saya.” ujar Khalifah kepada Si Kakek. 

“Alhamdulillah, baru saja menanam, sudah berbuah.” jawab Si Kakek. 

Dalam menuturkan kisah ini, Aa Gym mengajak hadirin untuk merenung. Betapa sebagai seorang pemangku jabatan strategis di sebuah negara harus memberikan yang terbaik hingga mewariskan banyak kebaikan untuk generasi mendatang.

"Saya memikirkan, anak cucu saya gimana nanti nasibnya di negeri ini. Makanya mumpung diberi amanah, kedudukan, jabatan, apalagi topeng-topeng yang gak jelas itu. Hidup di dunia sementara, jangan centil. Itu kan cuma topeng. Jabatannya sebentar, hisabnya berat. Pikirkan, apa warisan yang akan kita berikan untuk generasi yang akan datang." ujar Aa Gym saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Merekatkan Bangsa memperingati hari ulang tahun ke-9 TV One, Selasa (14/2/17). [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.