Header Ads

Usai Bertemu, Anggota DPR RI Ini Ungkap Rahasia Kekuatan Jiwa KH Ma'ruf Amin

KH Ma'ruf Amin


Usia umat akhir zaman sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Nabi berada pada kisaran enam puluh sampai tujuh puluh tahun. Jika pun melewati angka itu, akan terjadi banyak penurunan fungsi fisik, pikiran, dan ruhani.

Namun, kelemahan ini tidak didapati pada diri Ketua Umum MUI sekaligus Rais Aam PBN KH Ma'ruf Amin. Kiyai sepuh yang merupakan keturunan Imam Nawawi Al-Bantani ini memliki fisik sangat prima di usianya yang berada di angka 73 tahun.

Hal ini terbukti pada Selasa (31/1/17) saat KH Ma'ruf dizhalimi dengan kalimat kasar oleh Ahok dalam persidangan. KH Ma'ruf dicecar pertanyaan tak substantif selama 7 jam. Sepulang sidang, KH Ma'ruf harus menghadiri banyak acara, termasuk peringatan hari lahir NU di Salemba Jakarta.

Apakah rahasia kekuatan fisik sang kiyai? Pasalnya, beliau baru usai acara pada dini hari Rabu (1/2/17). Berikut kisah yang dituturkan seorang anggota DPR RI setelah bertemu langsung dengan KH Ma'ruf Amin.

Hormat Kami Padamu, Pak Kyai

Tadi (kemarin, Selasa 31/1/17 saat Harlah NU), saya takjub sama Rais Am PBNU yang juga Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin. Luar biasa. 

(KH Ma'ruf Amin) kasih naseiat panjang tanpa teks. Padahal paginya diperiksa di pengadilan 7 jam lebih dan beliau kuat. Beliau mau menjadi saksi, padahal beliau bisa menolak. Karena MUI itu sistem, posisi beliau bisa diganti.

Beliau tidak saja datang, tetapi menjawab hal-hal yang sebetulnya beliau bisa tidak menjawab. Banyak pertanyaan tidak relevan tapi beliau layani semua pertanyaan. Termasuk yang menjebak. 

Stamina jiwa dan pikirannya luar biasa, meski beliau sudah tua. Dari macet di Ragunan beliau mengejar acara harlah NU ke-91 di Salemba. Beliau agak terlambat. Macet. 

Tak lama duduk, beliau bersarung memberi hadiah kepada pemenang lomba. Lalu diminta memberikan nasihat pada acara yang dihadiri oleh semua pimpinan lembaga legislatif, dan kabinet.

Dan beliau memberi nasihat dengan tenang, tajam dan fokus. Luar biasa. 

Saya baru mendengar belakangan, bahwa beliau dibully dalam sidang dan di social media. Dalam nasihat, beliau dingin dan tenang. Jiwanya tak terpengaruh. Emosinya datar. 

Sewaktu berpisah, saya pamit, memeluknya dan berbisik, "Subhanallah Kiyai, 7 jam di PN dan tausyiah tak nampak lelah." 

Beliau menjawab pendek, "Alhamdulilah Fahri, saya masih sehat dan kuat, mohon doa." 

Mari kita doakan beliau. Semoga Allah memberi beliau keberkahan umur dalam perjuangan. Mari kita aminkan doa sebelum tidur. Aamiin yaa Rab.

Kesan tenang itu pula yang Tarbawia rasakan saat berjumpa dengan KH Ma'ruf Amin di Kantor Pusat MUI pada Kamis (2/1/17). [Om Pir]
Powered by Blogger.