Memahami Kebusukan Isu Jenazah Nenek Hindun dengan Logika Paling Sederhana



Jenazah (ilustrasi)



Jenazah nenek Hindun diperbincangkan secara massif di berbagai media. Bahkan di kampung tempat penulis menetap, malam tadi, isu itu turut menghiasai obrolan teman-teman sepulang mentahlili tetangga yang meninggal dua hari silam.


Kerennya, abang-abang penjual bakso, ayah beranak dua yang seorang pegawai negeri sipil, dan ayah beranak satu yang hanya seorang karyawan itu paham bahwa ditolaknya jenazah nenek Hindun hanya isu belaka aliaso hoax atau bohong besar.

"Itu hoax. Yang nyalatin orang PKS. Yang anterin jenazah Gerindra. Mereka minta bantaun ke Golkar dan partai pendukung Ahok lain, tapi gak bisa bantu." ujar Abang Tukang Bakso yang badannya sedikit daging.

"Jadi yang ngurusin jenazah malah tim Anies-Sandi." simpulnya, diamini oleh peserta diskusi yang lain.

Penulis tidak berada dalam posisi mendukung ditolaknya jenazah sesama Muslim. Dalam kapasitas yang mudah, ada satu logika sederhana yang bisa digunakan dalam isu murahan yang diembuskan tim pemenangan seorang calon gubernur lantaran kepanikan yang kental mencium aroma kekalahan ini.

Andaikan saja jenazah nenek Hindun dijadikan contoh. Silakan dihitung di wilayah tersebut, setingkat RT saja atau beberapa RT; berapa persen pendukung Ahok-Djarot dan berapa persen pendukung Anies-Sandi.

Terhadap pendukung Ahok-Djarot itu, silakan dihitung berapa persen yang Muslim dan non-Muslim. Pasti ada Muslimnya kan? Jumlahnya pasti lebih dari satu dan pasti sudah baligh karena pengguna hak pilih di atas tujuh belas tahun.

Nah, dari sekian Muslim pendukung Ahok itu, mungkinkah tidak ada yang bisa menshalati? Bukankah mereka bisa saja menshalati sebab itu fardhu kifayah yang akan gugur kewajiban jika ada satu orang melakukannya?

Sehingga, isu murahan ini mudah ditebak. 

Seolah-olah ditampilkan: JENAZAH DITOLAK DIURUSI KARENA MENDUKUNG AHOK DALAM PILKADA.

Padahal yang lebih tepat: PENDUKUNG AHOKLAH YANG MENOLAK MENGURUSI JENAZAH SESAMANYA.

Semoga Allah memberikan hidayah untuk kita semua. Aamiin. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.