Gagah Berani, Wakil Ketua MPR Kritik Aparat Soal Iwan Bopeng

Iwan Bopeng dan cawagub Djarot (ilustrasi)


Iwan Bopeng yang nyata-nyata membuat gaduh saat pencoblosan putaran pertama Pilkada DKI Jakarta dinilai sakti. Hingga kini, aparat belum menindak tegas, padahal sebagian tentara dari berbagai daerah merespons keras tindakan anggota timses Ahok-Djarot ini.

Saat sebagian besar politisi dan pejabat bungkam soal Iwan Bopeng, wakil rakyat ini dengan tegas bersuara. Dengan gagah berani, politisi Muslim dari partai Islam ini menyampaikan pendapatnya tentang perlakuan aparat kepada Iwan Bopeng.
 
 ''Saya kira ini menjadi bagian dari gunung es, yang memperlihatkan potensi untuk ketidaknetralan pihak aparat nampak sangat jelas. Iwan Bopeng penting dibawa ke peradilan terbuka, supaya apa yang dikatakan aparat maupun negara akan netral betul-betul terbukti,'' ujar Wakil Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nur Wahid sebagaimana dilansir Republika, Kamis (2/3/17).

Politisi senior yang santun ini meminta agar aparat bertindak tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja menebarkan teror kepada masyarakat di tempat terbuka.

Menurutnya, proses hukum harus tetap dilakukan dan tidak serta-merta dihentikan setelah pelaku kejahatan meminta maaf.

Jika proses hukum dihentikan setelah penebar keresahan dan provokasi meminta maaf, akan banyak terulang hal serupa oleh banyak oknum di berbagai tempat.

Oleh karenanya, ia meminta kepada semua pihak untuk senantiasa menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari awal hingga akhir, agar tidak ada tindakan intimidatif kepada petugas.
 
''Menurut saya, kasus Iwan Bopeng betul-betul jadi pelajaran pahit bagi warga Jakarta, agar mereka betul-betul berkonsolidasi, untuk menjaga setiap TPS dan penghitungan suara dari teror dan ancaman,'' pungkas Hidayat yang merupakan politisi Partai keadilan Sejahtera (PKS) ini. [Om Pir/Tarbawia]
Powered by Blogger.